BI Perkirakan Inflasi Akhir Tahun Kisaran 3-3,5 Persen

Penyumbang inflasi terbesar pada pekan pertama Agustus 2019 adalah cabe merah, cabe rawit, dan perhiasan.

NEWSURBAN.ID – Otoritas moneter Bank Indonesia (BI) memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK) akhir 2019 berkisar 3 hingga 3,5 persen.

Hal tersebut mengacu pada inflasi bulanan sepanjang 2019. Pada pekan pertama Agustus 2019 mengalami inflasi sebesar 0,12 persen secara bulanan (month-to-month).

Angka tersebut sesuai dengan Survei Pemantauan Harga (SPH) nasional yang dilakukan otoritas moneter itu secara berkala. Sedangkan pada Agustus 2018 lalu, tingkat harga cenderung turun atau deflasi sebesar 0,05 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, secara tahunan, inflasi hingga pekan pertama Agustus mencapai 3,44 persen. Dengan kata lain, angka ini lebih besar dibanding inflasi pada Juli lalu yang mencapai 3,18 persen.

Namun demikian, BI menganggap inflasi tetap stabil. “Sejauh ini inflasi tetap stabil sejauh ini,” jelas Perry di Gedung BI, Jumat (9/8).

Perry menjelaskan, pemicu inflasi pada awal Agustus terdiri atas cabai merah dengan andil inflasi mencapai 0,09 persen. Kemudian, cabai rawit sebesar 0,05 persen, perhiasan sebesar 0,04 persen, dan air minum sebesar 0,01 persen.

Selain itu, BI juga mencatat beberapa komoditas yang justru menyumbang deflasi. Perry menyebutkan, tarif angkutan udara dengan andil 0,08 persen, bawang merah 0,04 persen, dan tomat sayur sebesar 0,04 persen.

Hingga akhir tahun, bank sentral menargetkan inflasi berada di level 3,5 plus minus 1 persen hingga akhir tahun.

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bulanan pada Juli lalu sebesar 0,31 persen dengan andil inflasi paling tinggi disebabkan oleh cabai rawit sebesar 0,06 persen, harga emas, dan pendidikan sebesar 0,92 persen. Adapun inflasi tahun kalender sepanjang periode Januari-Juli tercatat 2,36 persen. (rilis/ardi/newsurban.id)

Leave a Reply