BAJAKAH, Pohon Ajaib Penyembuh Kanker

BAJAKAH! Pohon penyembuh kanker ditemukan di hutan dalam Kalimantan Tengah. Tumbuhan ini hidup di alam yang rimbun, tidak banyak terpapar sinar matahari langsung.

NEWSURBAN.ID – Ini kabar gembira bagi penderita kanker. Dua siswi SMA di Kalimantan Tengah berhasil menemukan tumbuhan BAJAKAH, penyembuh kanker.

Kedua siswi SMAN 2 Palangka Raya Kalimantan Tengah tersebut adalah Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri. Dua remaja ini memenangi World Invention Creativity Olympic (WICO) di Seoul, Korea Selatan.

Temuan Aysa dan Anggina bermula dari tugas ekstrakurikuler di sekolah mereka. Mereka diminta untuk menerapkan ilmu yang didapat dari alam. Aysa teringat pada kisah nenek temannya yang sembuh dari kanker payudara setelah mengonsumsi akar bajakah.

Bajakah adalah tumbuhan khas Kalteng yang tumbuh liar di hutan. Suku Dayak telah lama menggunakannya untuk mengobati berbagai macam penyakit keras.

Pergilah Aysa dan teman-temannya untuk membuktikan kebenaran klaim itu. Mereka mencari sampel sampai di kecamatan Bukit Batu, Palangka Raya. Setelah didapat, contoh akar diperiksakan di laboratorium Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.

Hasilnya mencengangkan. Akar bajakah memiliki kandungan saponin, alkoloid, steroid,   terpenoid, flavonoid, tanin, dan fenolik tingkat tinggi.

Temuan Aysa dan Anggina bermula dari tugas ekstrakurikuler di sekolah mereka. Mereka diminta untuk menerapkan ilmu yang didapat dari alam. Aysa teringat pada kisah nenek temannya yang sembuh dari kanker payudara setelah mengonsumsi akar bajakah.

Para ahli telah lama mengetahui bahwa zat-zat fitokimia seperti itu merangsang enzim pelindung tubuh untuk mencegah proliferasi sel. Bawang putih, ekinasea, kunyit, teh hijau, ginseng, kulit manggis mengandung zat-zat tersebut. Namun, kandungan pada akar bajakah lebih tinggi dan lebih lengkap.

Bagaimana bentuk tumbuhan itu? Bajakah adalah tumbuhan khas Kalteng yang tumbuh liar di hutan. Suku Dayak telah lama menggunakannya untuk mengobati berbagai macam penyakit keras.

Pohonnya seperti pohon biasa. Bedanya, pohon ini tumbuh dengan cara merambat meski memiliki batang yang kuat dan cukup besar.

Batangnya bisa merambat pada ketinggian 5 meter lebih hingga ke puncak pohon lain yang dirambatinya. Akarnya menghujam di dasar aliran air lahan gambut.

Tumbuhan ini hanya hidup di lokasi rimbun di mana sinar matahari tak banyak masuk, tertutup rimbunnya hutan.

Bagaimanakah kisah penemuan khasiat tumbuhan ini? Dikutip dari laman kompas.com menyebutkan, informasi awalnya bersumber dari Daldin warga suku dayak asli di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Ia pula yang memberi nama tumbuhan ini.

Kisah tumbuhan ini bermula pada sekitar tahun 1970-1980-an. Di kurun waktu itu, Ibunda Daldin menderita kanker payudara. Menurut dokter, levelnya sudah stadium 4.

Dia menceritakan, kondisi ibunya saat itu sangat memprihatinkan. Sejumlah bagian tubuhnya yang terkena kanker sudah mengeluarkan nanah.

Mendengar vonis dokter, saat itulah ayah Daldin pergi ke hutan dan mencari tumbuhan ini untuk kemudian direbus dan airnya diberikan kepada sang istri.

Sepekan meminum rebusan tumbuhan itu, perubahan mulai tampak. Luka pada payudara sang ibu membaik. Sebulan setelahnya, luka tersebut sembuh total.

Hingga kini, ibunda Daldin sehat walafiat. Dokter menyatakan, Kanker yang sebelumnya menggerogoti sang ibu itu telah hilang sepenuhnya.

Sekali lagi BAJAKAH adalah penyembuh kanker, bukan meringankan, melainkan menghilangkan sel kanker yang ganas sekalipun.

Temuan 2 siswi SMA ini tentu sangat  bermanfaat untuk umat manusia. Temuan ini bisa dikembangkan, tentu tanpa merusak hutan.  (ardi/newsurban.id)

Leave a Reply