Perbesar Belanja Sosial, Tunda Pemindahan Ibu Kota

Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah gejolak ketidakpastian  global, pemerintah disarankan untuk meningkatkan konsumsi dalam negeri.  Salah satunya, memperbesar belanja sosial dengan menunda pemindahan ibukota negara.

NEWSURBAN.ID – Pemerintah diminta fokus menjaga pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Caranya, meningkatkan konsumsi dalam negeri dengan memperbesar porsi belanja sosial.

Ahmad Mikail Zaini, Ekonom Samuel Sekuritas  mengatakan, pemerintah harus memperbesar porsi belanja sosial dalam APBN untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Karena itu Ahmad mengusulkan dengan menunda pembangunan ibu kota baru.

Jika target penerimaan pajak tidak tercapai kata dia, konsekuesinya belanja modal dan barang akan terptong sehingga memperlambat investasi. Uang dari penundaan membangun fasilitas ibu kota baru bisa digunakan untuk mempercepat pengurangan kemiskinan dengan meningkatkan produktivitas sektor pertanian serta industri,.

Menurut Ahmad, meski resisten terhadap dampak pelemahan ekonomi akibat perang dagang, ekonomi Indonesia perlu waspada dengan tren shortfall penerimaan pajak.

Ahmad sepakat dengan riset Morgan Stanley mengenai pertumbuhan PDB Indonesia 2019/2020 berada pada angka masing-masing 5,0 persen. Dia juga sepakat jika dibandingkan dengan ekonomi negara-negara Asia selain Jepang lainnya, Indonesia, beserta India dan Filipina, merupakan negara-negara yang cenderung kurang terkena dampak ketegangan perdagangan mengingat basis permintaan domestik yang bersifat endogen.

Kekuatan ekonomi Indonesia relatif kuat menghadapi gejolak eksternal karena total ekspor plus impor Indonesia tidak lebih dari 40 persen terhadap PDB.

Menurut Ahmad konsumsi domestik bisa menjadi buffer ketika ada gejolak eksternal. Risiko dari gejolak eksternal kata dia adalah tidak tercapainya target pertumbuhan pajak pemerintah yang sebesar 15 persen tahun ini.

Dia memperkirakan dalam jangka menengah pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sedikit di bawah 5 persen jika pertumbuhan investasi rendah akibat perang dagang. (adi/newsurban.id)

Leave a Reply