Penuhi Janji, Jokowi Naikkan Saldo Kartu Sembako Murah

Merespons kondisi masyarakat kurang mampu, Presiden Joko Widodo menaikkan saldo Kartu Sembako Murah. Saldo semula Rp1,32 juta menjadi Rp1,8 juta per kepala keluarga.

NEWSURBAN.ID – Bantuan pangan yang disalurkan melalui Kartu Sembako Murah naik sebesar 36,4%. Kenaikan dialokasikan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020.

Kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengerek bantuan pangan tersebut, maka saldo Kartu Sembako Murah naik dari
Rp1,32 juta per keluarga menjadi Rp1,8 juta per keluarga.

Rencana tersebut disampaikan Jokowi saat membacakan keterangan pemerintah atas Rancangan Undang-undang (RUU) tentang APBN 2020 beserta nota keuangannya di Gedung DPR, Jumat (16/8).

Hitungan Jokowi, dengan kartu sembako, keluarga penerima manfaat dapat membeli dan memilih bahan pangan yang lebih beragam. “Karena jumlah bantuan yang diterima meningkat menjadi Rp1,8 juta per keluarga, dari sebelumnya sebesar Rp1,32 juta per keluarga per tahun,” kata Jokowi.

Kartu Sembako Murah merupakan salah satu janji Jokowi saat berlaga dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah menyebut total anggaran untuk program Kartu Sembako Murah tahun depan mencapai Rp25,7 triliun.

Kebijakan juga merupakan salah satu upaya pemerintah melindungi 40 persen lapisan masyarakat terbawah. Rencananya, bantuan itu disalurkan kepada 15,6 juta keluarga penerima Bantuan Pangan Non-Tunai.

Tidak hanya Kartu Sembako Murah, pemerintah juga menyalurkan anggaran pada 98,6 juta penerima bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan melanjutkan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada 10 juta keluarga penerima manfaat.

Pemerintah juga akan memberikan untuk mendukung usaha mikro dan UMKM. “Semua ini didesain untuk memastikan unit sosial dan ekonomi terkecil di masyarakat, baik keluarga maupun UMKM yang memang membutuhkan uluran tangan, dapat tersentuh langsung oleh program pemerintah,” jelasnya.

Jokowi menargetkan, dengan beragam bantuan tersebut, tingkat kemiskinan tahun depan bisa ditekan di kisaran 8,5 persen hingga 9 persen. Selain itu, ketimpangan diharapkan menurun di kisaran 0,375 sampai 0,38 dan angka pengangguran juga ditekan ke tingkat 4,8 hingga 5,1 persen. (ardi/newsurban.id)

Leave a Reply