Garap Dompet Digital, Tiga Bank Nasional Urus Izin QR Code ke BI

Ada tiga bank nasional yang sedang mengurus perizinan kerja sama dengan perusahaan penyedia jasa dompet digital asal China, WeChat Pay dan Alipay.

NEWSURBAN.ID – Tiga bank nasional tengah membidik dompet digital dari transaksi wisatawan asal China. Ketiga bank nasional tersebut sedang mengajukan izin ke Bank Indonesia.

Permohonan izin tiga bank itu, untuk bekerja sama dengan penyedia jasa dompet WeChat Pay dan Alipay. Penguna kedua dompet digital yang merupakan wisatawan asal Negeri Tirai Bambu.

Hal itu dingkapkan Asisten Deputi Gubernur sekaligus Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta. Kendati demikian ia enggan menyebut tiga bank tersebut.

Namun merujuk pada pernyataan bank yang sudah pernah menyatakan tertarik, kemungkinan besar, ketiga bank yang dimaksud adalah, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, dan PT CIMB Niaga Tbk.

Dikutip dari laman cnnindonesia.com, selain ketiga bank nasional tersebut, ketertarikan juga pernah disampaikan PT Bank Central Asia Tbk atau BCA. Tapi mereka tampaknya belum mengajukan izin.

“Sekarang kami sudah menerima tiga bank. Tadi Pak Jahja (Direktur Utama BCA) bilang mungkin berikutnya banknya Pak Jahja (akan urus izin). Tapi saat ini ada tiga bank yang sedang kami proses, artinya ada tahapan lagi ke depan,” ujar Filianingsih di Jakarta, Sabtu (17/8).

Dia mengatakan pengurusan izin dilakukan karena transaksi WeChat Pay dan Alipay hanya bisa diproses di dalam negeri bila sudah bekerja sama dengan bank nasional berskala modal jumbo alias kategori bank BUKU IV. Aturan ini diberlakukan untuk memitigasi risiko yang mungkin muncul ketika terjadi masalah dalam proses transaksi pembayaran.

Selain itu, pengurusan izin juga sejalan dengan aturan main yang tertuang di Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) Nomor 20/21/PADG/2018 tentang Laporan Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu dan Uang Elektronik (Electronic Money) oleh Bank Perkreditan Rakyat dan Lembaga Selain Bank.

Filianingsih lebih lanjut, nantinya bila sudah menjalin kerja sama dengan bank BUKU IV, maka transaksi WeChat Pay dan Alipay juga akan mengikuti ketentuan biaya administrasi yang dikenakan ke merchant (Merchant Discount Rate/MDR).

Berdasarkan ketentuan pembayaran melalui QR Code berstandar Indonesia (QR Code Indonesia Standard/QRIS) maka transaksi akan dikenakan MDR sebesar 0,7 persen.

Sementara Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, saat ini pihaknya memang belum mengurus izin kerja sama dengan kedua dompet digital asal China ke BI. Kebijakan tersebut dilakukan karena bank tengah mengejar target pengembangan sistem pembayaran internal.

Menurut dia, target penyelesaian pengembangan sistem pembayaran internal BCA akan dilakukan sampai kuartal IV 2019. Setelah itu, BCA baru bisa mengajukan izin kerja sama ke bank sentral nasional, sehingga kemungkinan bakal terjadi pada 2020 mendatang. (ardi/newsurban.id)

Leave a Reply