Master Plan Ibukota RI Rampung 2020

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional memastikan masterplan pemindahan ibu kota selesai pada 2020 dengan dana pembebasan lahan Rp11 miliar.

NEWSURBAN.ID – Master plan pemindahan ibukota ke Kalimantan dipastikan rampung 2020. Oleh sebab itu, anggarannya tidak masuk dalam RAPBN 2020.

Penegasan tersebut disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro.
“Masterplan 2020 selesai. Ini baru dibikin belum ketahuan lokasinya kan. Membuat masterplan tak sehari jadi,” ujar Bambang.

Bambang merincikan, dengan rata-rata anggaran Rp466 triliun, proyek tersebut akan didominasi oleh proyek swasta. Utamanya untuk pembangunan rumah penduduk dan infrastruktur.

Dia juga menjanjikan bahwa pembangunan ibu kota baru nantinya telah mempertimbangkan dampak ekologi dan potensi bencana.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, sejumlah hal tentang ibu kota baru. Pertama, ibu kota terpilih jauh dari risiko kebakaran hutan. Kedua, jenis tanah ibu kota tersebut bukan lahan gambut. Ketiga, jenis tanah juga bukan tanah yang mengandung batu bara.

Bambang menampik lokasi pembangunan ibu kota baru akan berlokasi di Bukit Soeharto, Kalimantan Timur. “Ini hutan lindung. Kita tak boleh sentuh jadi kota atau pemukiman. Kami sudah komit tidak ganggu lingkungan apalagi hutan lindung,” tuturnya.

Menurut Bambang pihaknya bersama Kementerian PUPR pihaknya sudah mengantisipasi pembangunan ibu kota baru.  Rencananya setelah masterplan, pihaknya akan mempertajam urban design, legalitas dan pembebasan lahan.

Dana untuk pembuatan masterplan sampai pembebasan lahan, diperkirakan Bappenas  menggelontorkan sekitar Rp11 miliar.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyatakan, rencana pemerintah memindahkan ibu kota bukan memindahkan Jakarta ke Kalimantan. Utamanya dengan segala kemacetan dan polusinya. “Kita ingin Kalimantan jadi simbol futurustik ibu kota harus memiliki hal inovasi baru sesuai apa yang diinginkan,” ujar Hetifah.

Menurut Hetifah, pemindahan ibu kota adalah simbol bagaimana kota di Indonesia menyongsong masa depan. Di dalam desainnya maupun tata ruang penataannya, Hetifah mengingatkan bukan hanya fisik tetapi sosial ekonomi.

“Kehidupan ibukota harus ditata pro lingkungan, indah, nyaman. Jadi semacam Kalimantan adalah the future of Indonesia,” ungkapnya. (ardi/newsurban.id)

Leave a Reply