Ini Penyebab Gigi Berlubang yang Sering Dianggap Remeh

Gigi berlubang alias karies (cavities) merupakan satu dari sekian masalah kesehatan yang paling umum di dunia.

NEWSURBAN.ID – Gigi berlubang, bisa dialami siapa saja, entah itu bayi, anak-anak, orang dewasa, hingga lansia. Kebanyakan orang mungkin mengira hanya mulut kotorlah penyebab dari gigi berlubang. Faktanya, ada banyak sekali hal yang bisa menyebabkan gigi berlubang.

Kenapa gigi bisa berlubang?
Secara umum, beberapa faktor penyebab gigi berlubang yang dikutip dari laman hellosehat, di antaranya:

1. Jarang menyikat gigi
Mulut dan gigi yang kotor merupakan penyebab utama kemunculan plak. Selain di permukaan gigi, plak juga dapat terbentuk di sela-sela gigi dan di bawah garis gusi.

Setiap hari plak akan terus terbentuk jika Anda tidak rajin gosok gigi. Plak pada akhirnya membusuk bila dibiarkan terus menumpuk. Akibatnya, gigi Anda akan lebih berisiko berlubang.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk merawat kebersihan gigi dan mulut setiap hari. Sikatlah gigi Anda dua kali sehari, pada pagi setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur. Namun, pastikan juga Anda melakukannya dengan teknik menyikat gigi yang benar, ya!

Sikatlah gigi dengan gerakan memutar secara perlahan dan lembut. Jangan menggosok terlalu kencang karena akan justru merusak lapisan enamel gigi.

2. Makanan dan minuman manis
Segala yang manis-manis memang nikmat dan menggoda. Namun, tahukah Anda bahwa makanan dan minuman manis merupakan penyebab gigi berlubang? Ya, ini karena makanan dan minuman manis adalah santapan lezat bagi para bakteri di dalam mulut.

Bakteri-bakteri ini akan menggerogoti sisa-sisa gula yang menempel di permukaan gigi dan menghasilkan asam. Asam ini akan bercampur dengan air liur yang kemudian membentuk plak di permukaan gigi. Plak yang dibiarkan menumpuk akan mengikis lapisan enamel gigi hingga lama-lama menyebabkan lubang.

Lubang yang semula kecil dapat melebar hingga ke lapisan dalam gigi (dentin) dan bahkan hingga ke pulpa. Pulpa adalah bagian terdalam gigi yang dipenuhi oleh saraf dan pembuluh darah. Bila lubang sudah mencapai bagian ini, maka Anda akan merasakan sensasi nyeri luar biasa. Bahkan, gigi pun akan terasa sakit ketika dipakai mengunyah makanan.

Anda tak perlu setop makanan dan minuman manis sama sekali karena tubuh tetap membutuhkan gula sebagai energi. Anda hanya perlu membatasi porsi dan frekuensi asupan makanan manis setiap hari.

Pastikan Anda juga rajin membersihkan gigi dan mulut dengan baik sehabis makan yang manis-manis. Dengan begitu, Anda akan terhindar dari penumpukan plak penyebab gigi berlubang.

3. Tidak membersihkan gigi dengan benang
Gigi & Mulut
Plak penyebab gigi berlubang paling banyak menumpuk di sela-sela gigi. Nah, benang gigi efektif membersihkan sela-sela gigi yang sulit dijangkau dengan bulu sikat gigi.

Perhatikan juga cara Anda flossing. Masukkan benang ke sela gigi dan gesekkan secara hati-hati. Menarik dan menggesek benang terlalu keras malah dapat melukai gusi.

4. Mulut kering
Senyawa di dalam air liur juga membantu melawan asam yang diproduksi oleh bakteri. Itu sebabnya, mulut yang kering dapat meningkatkan risiko masalah mulut, mulai dari gigi sensitif, gigi berlubang, dan lain sebagainya.

Salah satu cara efektif untuk mencegah mulut kering adalah dengan banyak minum air putih. Sebenarnya tidak ada jumlah pasti berapa banyak air yang harus Anda minum setiap hari. Kebutuhan cairan setiap orang mungkin berbeda, tergantung dari usia dan aktivitas mereka sehari-hari.

Namun, para ahli menganjurkan setiap orang untuk segera minum setiap kali merasa haus. Haus merupakan sinyal alami yang dimunculkan tubuh ketika Anda mengalami dehidrasi.

Beberapa orang mungkin enggan minum air putih karena tidak suka dengan rasanya tawar. Bila Anda salah satunya, Anda bisa menyiasati dengan menambahkan potongan buah-buahan segar. Selain lebih sehat, cara ini juga efektif membuat Anda lebih banyak minum air putih.

5. Faktor usia
Sejumlah obat yang sedang diminum secara rutin oleh lansia juga bisa menghambat produksi air liur dan menyebabkan mulut. Belum lagi pengaruh gaya hidup selama masa muda, seperti merokok dan sering minum alkohol, yang juga dapat memicu kerusakan gigi di usia tua.

Sementara pada anak-anak, di usia ini mereka sedang gemar-gemarnya makan makanan manis. Entah itu es krim, permen, cokelat, kue, atau minuman manis. Sayangnya, hobi mereka makan manis sering tidak dibarengi dengan perawatan gigi yang baik. Akibatnya, anak-anak pun lebih rentan mengalami kerusakan gigi di usia dini.

Peran orangtua sangat dibutuhkan untuk merawat kesehatan gigi dan mulut anak-anak. Sejak dini, pastikan anak-anak sudah diajarkan cara merawat gigi dengan benar. Jangan lupa, ajak anak rutin periksa ke dokter gigi sejak gigi susu pertamanya muncul.

6. Lokasi gigi
Agar seluruh pelosok gigi Anda terjamin bersih, rajinlah kontrol ke dokter gigi untuk membersihkan plak dan karang gigi secara rutin. Biasanya dokter menganjurkan pembersihan plak dan karang gigi dengan metode scaling setiap 6 bulan sekali. Prosedur ini efektif membersihkan plak penyebab gigi berlubang hingga ke bagian gigi yang sulit dijangkau sikat gigi.

7. Tidur dengan botol susu
Gula dalam susu dapat menempel di gigi bayi untuk waktu yang lama. Gula ini kemudian akan diubah menjadi asam oleh bakteri yang ada di dalam mulut. Permukaan gigi yang terus-terusan terpapar asam lama-lama akan terkikis dan berlubang.

Supaya bayi Anda terbebas dari risiko ini, telatenlah untuk menyeka gusi dan gigi si kecil setelah mereka minum susu. Pastikan juga Anda membersihkan gigi dan gusi si kecil sebelum ia tertidur.

8. Penyakit tertentu
Nah, perpaduan asam lambung dengan asam yang dihasilkan bakteri di mulut dapat mengikis enamel dan dentin. Bila dibiarkan terus, kondisi ini dapat menyebabkan gigi sensitif dan lama-lama berlubang.

Penyakit anoreksia dan bulimia juga bisa jadi penyebab gigi Anda berlubang. Kedua penyakit ini memengaruhi produksi air liur di dalam mulut. Hal ini memungkinkan Anda mengalami mulut kering yang menjadi pemicu gigi berlubang. (*/newsurban)

Leave a Reply