Keluar Dari Tahanan, Tauphan Ansar Nur Syukuran Dihadiri IAS, DP, Deng Ical

Setelah keluar dari penjara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Makassar, Direktur Utama PT Citratama Timurindo Tauphan Ansar Nur, melakukan syukuran, Minggu (25/8).

NEWSURBAN.ID – Bebas dari vonis korupsi, Direktur Utama PT Citratama Timurindo Tauphan Ansar Nur, menggelar acara syukuran.

Syukuran  yang digelar di rumah pribadinya, Bukit Villa Mas, Kecamatan Panakukkang, Kota Makassar, Minggu (25/8), dihadiri tokoh penting di Makassar. Diantaranya mantan Wali Kota Makassar dua periode (2004-2014), Ilham Arief Sirajuddin (IAS), mantan Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto atau DP (2014-2019), mantan Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal Marzuki Ibrahim (Deng Ical).

Baca juga: https://newsurban.id/2019/08/23/tidak-terbukti-korupsi-ma-kabulkan-gugatan-bos-pt-citratama-timurindo/

Bos PT Citratama Timurindo ini bebas setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan kembali, atas kasus dugaan korupsi pada pekerjaan kontruksi pembangunan Pasar Pabaeng-baeng Kota Makassar.

Juga hadir mantan anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi Partai Hanura Mustagfir Sabri (Moses), dan sejumlah politisi dan pejabat teras Pemkot Makassar lainnya.

Taufan dikeluarkan dari penjara pada Selasa malam setelah mendekam di Lapas hampir satu tahun lebih. Ia mengaku merasakan betul bagaimana hidup di Lapas. “Saya hafal betul berapa tahun di Lapas. Satu tahun 3 bulan 29 hari dan 20 jam,” cerita taufa di hadapan koleganya belum lama ini.

Kuasa Hukum Taufan Muhdar menambahkan, dalam putusan PK tertuang dalam putusan yang bacakan pada Senin 29 Juli 2019 oleh Sunarto selaku Ketua Majelis Hakim MA dan Andi Samsan Ngaro dan Abdul Latif sebagai hakim ad hoc.

Dalam putusannya menyatakan, terpidana Taufan Ansar dan Abdul Azis tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, sebagaimana yang didakwakan oleh penuntut umum.

Membebaskan Taufan dan rekanya dari semha dakwaan tersebut. Hakim meminta agar memulihkan hak para terpidana dalam kemampuan, kedudukan dan harkat martabatnya.

Menetapkan agar barang bukti berupa nomor satu sampai 21, sebagaimana dalam putusan PN Makassar nomor 537/Pid.B/2011/PB Makassar tanggal 5 Januari 2012. Dikembalikan kepada penuntut umum untuk dipergunakan dalam perkara lain. Memerintahkan agar para terpidana tersebut dikeluarkan dari tahanan.

Hakim mengabulkan PK karena unsur kerugian negara yang didakwakan sebelum tidak sah, karena penghitungan tidak menggunakan lembaga resmi seperti audit BPK dan BPKP.

Taufan juga mengklarifikasi soal status dirinya yang sempat dijadikan sebagai DPO oleh Kejaksaan. Dia mengaku tidak pernah ada niat untuk bersembunyi.

Saat itu dia mengaku lagi fokus menunggu hasil putusan PK. Taufan Ansar Nur kala itu dijadikan DPO.

Lalu diamankan tim Intel Kejaksaan Agung di Hotel Shangrila, Jalan Jendral Sudirman Kav 1, Jakarta Pusat, Jakarta, Jumat (18/05/2018) sekitar pukul 18.35 Wita malam.

Penangkapan Taufan berdasarkan hasil putusan Mahkamah Agung (MA). Dalam putusanya, dijatuhkan hukuman pidana penjara kepadan Taufan selama 4 tahun penjara. (mjs/newsurban.id)

Leave a Reply