Warga Sulsel Krisis Air Bersih, SPAMS Minta Gubernur Turun Tangan

Musim kemarau berdampak pada minimnya pasokan air ke instalasi PDAM. Tidak hanya Kota Makassar, sebagian kabupaten di Sulawesi Selatan terdampak krisis air bersih. SPAMS Sulsel meminta gubernur turun tangan.

NEWSURBAN.ID – PDAM Kota Makassar dan beberapa kabupaten menerima cukup banyak pengaduan kurangnya pasokan air bersih. Sebagian dari warga menggunakan sumur bor. Sebagian lagi menunggu mobil tangki keliling.

Pantauan kru newsurban.id di sejumlah kecamatan masih kesulitan air bersih. Seperti yang di Kelurahan Bontala Kecamatan Tallo, Makassar, Selasa 27/8/2019 siang.

Puluhan hingga ratusan warga antre untuk mendapatkan pembagian air bersih dari PDAM Kota Makassar. Mereka terlihat berbondong-bondong menghampiri truk tangki dengan membawa ember, jerigen dan baskom.
Bahkan beberapa dari mereka terlihat berdesakan saat petugas PDAM Kota Makassar menjulurkan selang airnya.

Petugas pun terpaksa, menggunakan pengeras suara untuk mengatur warga agar tertib saat antre.

Kepala Urusan Pelayanan Pelanggan Wilayah 1 PDAM Andalas, Bakir mengungkapkan, aksi bagi-bagi air PDAM di wilayah utara Kota Makassar itu rutin dilakukan tiap tahunnya, utamanya saat musim kemarau.

“Setiap musim kemaru memang rutin kita bagikan. Satu tangkinya itu ada 5000 liter ada 1000 liter,” kata Bakir.

Berdasarkan permintaan warga saat ini, kata Bakir, pihaknya rutin membagikan enam tangki sehari.

“Tahun lalu bahkan ada 150 tangki kita operasikan, untuk saat ini yang kita bagi rutin sementara ada enam tangki,” ujarnya.

Sementara, seorang warga setempat Rahman (40) mengungkapkan, kelangkaan air saat musim kemarau rutin terjadi tiap tahunnya.

“Tiap tahun memang begini, sekarang adaji air cuman bau dan warnanya seperti lumpur. Makanya kita butuh air bersih,” ujar Rahman

Menurut Ketua Sistem Penyedia Air Minum dan Sanitasi (SPAMS) Sulsel sekaligus Ketua SPAMS Makassar Husni Mubarak mengatakan, krisis air bersih ini bukan cuma dikira Makassar. Menurut dia ada beberapa kabupaten juga mengalami.
Untuk itu dia meminta pemerintah provinsi kondisi ikut memikirkan.

Sebelumnya Humas PDAM Kota Makassar, Idris Tahir saat dikonfirmasi menyampaikan sangat mengerti apa yang dirasakan oleh warga tersebut.

Dia menjelaskan bahwa air baku yang disupply dari Bendung Lekopancing sangat terbatas pada saat normal dimusim hujan hanya bisa mencapai 1500 liter/detik, setiap harinya.

Sejak Juli lalu, sesuai laporan petugas pengawas saluran menurun drastis sampai 418 liter/detik. Bahkan debit air ke Kota yang normalnya 580 liter/detik hari ini hanya tersisa 58,7 liter/detik.

Dengan debit seperti itu sudah tentu tidak akan bisa menjangkau seluruh warga. Saat ini laporan keluhan warga makin meluas bahkan sampai ke sembilan kecamatan yakni, Tallo, Ujung Tanah, Bontoala, Wajo, Tamalanrea, Biringkanaya, Panakkukang, Makassar dan Manggala.

Mengantisipasi kondisi itu, PDAM Kota Makassar menyiapkan 11 Armada Bantuan mobil tangki Gratis ke Pelanggan yang membutuhkan. Mobil tangki tersebut beroperasi pagi sampai malam untuk mengantar air ke warga,.

Tetapi karena krisis hair dialami hampir seluruh kecamatan, sehingga harus antre. PDAM mendahulukan yang mendaftar lebih awal di kantor wilayah terdekat dengan membawa bukti rekening airnya.

Volume air di Bendungan Lekopancing jika menghitung dari pelimpahan di musim hujan sudah menurun sekitar 3 meter, sementara jarak bendungan dari instalasi itu sekitar 28 kilometer menyebabkan tekanan air sangat lambat sampai ke IPA karena kecepatan gravitasi air melambat, ini juga menjadi faktor tidak stabilnya produksi dan distribusi air ke pelanggan. (mjs/newsurban.id)

One thought on “Warga Sulsel Krisis Air Bersih, SPAMS Minta Gubernur Turun Tangan

  1. Pingback: gay dating in jellico tennessee

Leave a Reply