Diduga Depresi Mahasiswa S2 Gantung Diri di Kamar Kosnya

Korban berinisial MA (24) merupakan mahasiswa berprestasi dengan nilai akademik yang sangat baik. Namun ia mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

NEWSURBAN.ID – Seorang mahasiswa program pasca sarjana (S2) Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB meninggaul dunia dengan posisi tergantung.

Korban yang diduga bunuh diri itu, diduga mengalami depresi. “Almarhum MA adalah mahasiswa S2 Elektro STEI ITB angkatan 2018. Menurut dugaan yang bersangkutan menderita depresi,” ujar Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Alumni, dan Komunikasi ITB, Rabu (4/9).

MA ditemukan tidak bernyawa dengan posisi tergantung di kamar kosnya di Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, pada Selasa (3/9) sore pukul 17.15 WIB. MA pertama kali ditemukan tergantung oleh rekannya sesama mahasiswa STEI ITB.

Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Alumni, dan Komunikasi ITB, Miming Miharja mengatakan, almarhum merupakan mahasiswa berprestasi dengan nilai akademik yang sangat baik. “Lulus S1 Teknik Elektro STEI-ITB tepat waktu selama 4 tahun, serta IPK selama kuliah di Prodi S2 Teknik Elektro, Jalur Teknik Mikroelektronika STEI-ITB adalah 3,88,” katanya.

Sampai saat ini, ITB belum mengetahui masalah yang menyebabkan MA depresi hingga mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Namun ITB menyampaikan duka atas wafatnya MA.

“Kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam, serta mendoakan semoga almarhum mendapat tempat mulia di sisi-Nya, dan semoga keluarga yang ditinggalkan ikhlas melepas almarhum,” ucap Miming.

Sementara itu, Kepala Polsek Coblong Ajun Komisaris Auliya Djabar menyatakan hal yang menguatkan MA mengalami depresi berdasarkan temuan surat kontrol dokter kejiwaan di salah satu rumah sakit di Bandung.

“Ada surat kontrol dari rumah sakit, dari dokter kejiwaan menerangkan bahwa korban mengalami depresi,” kata Auliya.

Dia juga menyebutkan dalam penyelidikan ini polisi tak menemukan bekas luka pada tubuh MA. Tim Inafis membawa jasad MA ke Rumah Sakit Hasan Sadikin usai kejadian. “Keluarga sudah kita hubungi,” kata Auliya. (ci/*)

Leave a Reply