Mau Sukses, Begini Tips Si Anak Singkong

“Mau sukses dan mau jadi pengusaha harus bisa melihat peluang lalu menangkapnya. Ciptakan sendiri kalau tidak ada peluang.”  Founder and Chairman CT Corp, Chairul Tanjung.

NEWSURBAN.ID – Bos CT Corp Chairul Tanjung memberi nutrisi menjadi penguasaha sukses kepada mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI). CT berbagi tips “Si Anak Singkong”.

“Mau jadi pengusaha tidak harus menunggu lulus kuliah,” kata CT sapaan Chairul Tanjung (CT) saat membawakan kuliah umum yang dihadiri sedikitnya 1.500 mahasiswa UMI di auditorium Al Jibra, Makassar, Senin (9/9/2019).

Kuliah umum CT mengambil tema ‘Learn: Mencapai Keberhasilan Hidup dengan menjadi Wirausaha Muda (True Story of Anak Singkong)’. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Inaugurasi Inkubasi Wirausaha dan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

CT mengatakan generasi milenial harus mengbah pola pikirnya. Dia menceritakan, merintis usaha sejak masih berstatus mahasiswa di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UI. “Saya gagal praktek dokter gigi, mahasiswa FKG yang ada di sini jangan tiru saya,” CT bercanda mengundang tawa dari peserta.

Menurut CT, jika mau sukses dan mau jadi pengusaha harus bisa melihat peluang. “Tangkap peluang yang ada dan ciptakan kalau tidak ada peluaang,” imbuh CT.

CT memgakui, era sekarang berbeda dengan saat dia merintis usaha puluhan tahun silam. Era saat ini penuh persaingan dan bisnis sangat cepat.

Oleh karena itu, dia menyarankan milenial start up tidak boleh galau ketika menghadapi kegagalan. CT memberi contoh dirinya yang melewati berbagai kegagalan saat baru merintis bisnisnya.

Sebelum sukses seperti saat ini, CT mengaku sudah melewati banyak kegagalan. Bahkan ditolak sebanyak 302 kali sampai mendapat pembiayaan untuk membangun Disney World.

Bagi dia, semua kegagalan adalah pelajaran berharga. “Kita harus belajar dari dan komitmen tidak mengulangi kegagalan itu,” kata CT.

Dia juga menyarankan mahasiswa agar tidak takut bersaing. Apalagi jika tidak memiliki modal. “Finansial bukan satu-satunya modal, masih ada modal lain, seperti jejaring dan SDM berkualitas,” imbuhnya. (*)

Leave a Reply