Berkas Dilimpahkan, Kris Hatta Segera Jalani Persidangan

Berkas pemeriksaan tersangka kasus dugaan penganiayaan dilimpahkan Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Kris Hatta harus siap hadapi persidangan.

NEWSURBAN.ID – Polisi melimpahkan barang bukti sekaligus tersangka kasus dugaan penganiayaan, Kris Hatta ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (19/9).

Ini merupakan pelimpahan tahap dua setelah Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menyatakan berkas perkara Kris lengkap atau P21 pada 18 September kemarin.

“Berdasarkan surat dari Kejati DKI Nomor 7707 tanggal 18 September 2019 akan melimpahkan tersangka Kris Hatta dan barang bukti terkait atas kasus penganiayaan,” kata Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Metro Jaya AKBP, I Gede Nyeneng di Mapolda Metro Jaya.

Selain tersangka, polisi juga menyerahkan sejumlah barang bukti kepada pihak kejaksaan untuk proses persidangan. Antara lain hasil visum dan rekaman CCTV.

“Dengan dikeluarkan surat Kejati, maka tugas dan tanggung jawab Polda Metro Jaya akan dialihkan dan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan,” tutur Gede.

Dengan pelimpahan tahap dua ini, maka Kris bakal segera menjalani proses persidangan atas kasus hukum yang menjeratnya.

Terkait pelimpahan ini, Kris keluar dari gedung Resmob Polda Metro Jaya dengan mengenakan kaos abu-abu serta celana pendek warna hitam. Dia hanya berkomentar singkat. “Sehat, saya sehat,” ucap Kris.

Untuk diketahui ada April lalu, Kris Hatta dilaporkan ke Polda Metro oleh Antony Hillenaar atas kasus dugaan penganiayaan. Laporan tersebut tertuang dalam laporan polisi nomor LP/2109/IV/2019/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 6 April 2019.

Penganiayaan itu diduga terjadi pada 6 April di sebuah tempat hiburan malam di daerah Jakarta Selatan.

Antony kemudian mencabut laporan polisi yang ia buat pada Kamis (8/8). Hal itu dilakukan lantaran sudah ada kata damai antara kedua belah pihak.

Meski laporan dicabut, namun proses hukum terhadap Kris tetap berjalan lantaran laporan yang dilayangkan bukan delik aduan melainkan delik murni.

“Delik murni itu jika ada orang lapor, kami proses. Berkas sudah kami rampungkan. Masalah permohonan pencabutan nanti penyidik yang berhak menentukan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (*)

Leave a Reply