Astra Enggan Jelaskan Terkait Divestasi Saham Bank Permata

Rencana divestasi saham Bank Permata mencuat ketika Standard Chartered Bank berencana melepas 44,56 persen sahamnya. Terkait hal itu, pihak Astra yang memiliki 44,56 persen saham masih enggan menjelaskan.

NEWSURBAN.ID – PT Astra Internasional Tbk (ASII) masih bungkam terkait rencana pelepasan (divestasi) saham PT Bank Permata Tbk (BNLI). Rencana tersebut sudah bergulir sejak Februari silam.

Direktur Astra Internasional Suparno Jasmin enggan berkomentar tentang perkembangan rencana divestasi tersebut. “Saya tidak bisa komentar akan hal itu,” katanya, Jumat (20/9).

Sementara Direktur Utama Bank Permata Ridha D.M. Wirakusumah mengaku menyerahkan urusan akuisisi tersebut kepada pemegang saham.

Rudha menyatakan akan fokus pada perbaikan kinerja perusahaan. “Saya tugasnya membereskan bank ini, membuat bank ini makin cantik. Kalau mau ada apa, urusan pemegang saham,” katanya.

Rencana divestasi saham Bank Permata mencuat ketika Standard Chartered Bank berencana melepas 44,56 persen sahamnya. Selain Standard Chartered Bank, Astra International tercatat memiliki 44,56 persen saham perusahaan dengan kode BNLI itu. Sisanya, sebanyak 10,88 persen beredar di publik.

Kabar divestasi oleh Standard Chartered Bank sebenarnya sudah berhembus sejak 2015 saat kinerja bank tersebut mulai menurun. Namun, hal tersebut beberapa kali dibantah oleh Standard Chartered Bank.

Rencana Standard Chartered Bank disambut baik oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bank pelat merah itu sempat melakukan penjajakan dengan Bank Permata. Namun, belakangan rencana tersebut dikabarkan tak berlanjut.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo sempat mengatakan bahwa proses sudah berlangsung pada tahapan due diligence (proses uji tuntas) dengan seluruh pemegang saham Bank Permata.

Namun Kartika menjelaskan, proses akan berlanjut kalau cocok harganya. Sebaliknya, kalau harga tidak disepakati maka proses tidak berlanjut. “Namanya negosiasi orang melakukan jual beli kan bisa cocok bisa tidak,” terangnya dikutip cnnindonesia, April lalu. (*)

Leave a Reply