Harga Cabai Turun Tekan Inflasi

Gubernur BI Perry Warjiyo

Pada pekan ketiga, survey nasional Bank Indonesia mencatat deflasi. Itu tergambar pada indeks harga konsumen (IHK) pekan turun 0,19% (month-to-month) dibandingkan Agustus.

NEWSURBAN.ID – Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kondisi ini membuat inflasi secara tahunan (year-on-year) sebesar 3,48 persen. Angka ini lebih rendah dibanding inflasi Agustus yang 3,49 persen.

Ia melanjutkan, sejumlah komoditas yang memberi andil deflasi pada September adalah cabai merah dengan nilai 0,21 persen. Menurut Perry, harga cabai tidak lagi begitu ‘pedas’ karena pasokannya sudah kembali stabil.

Kondisi tersebut membuat tren kenaikan harga cabai merah selama dua bulan ini bisa diputus. Selain cabai merah, komoditas yang menyumbang deflasi adalah bawang merah sebesar 0,07 persen.

“Kemudian, daging ayam ras juga menyumbang deflasi sebesar 0,05 persen,” jelas dia.

Melihat data-data tersebut, perry optimistis inflasi hingga akhir tahun bisa di bawah target BI yakni 3,5 persen. DI tahun depan, BI berharap inflasi masih bisa di kisaran 3 persen plus minus 1 persen.

“Kami masih meyakini bahwa inflasi IHK akhir tahun ini akan di bawah titik tengah sasaran 3,5 persen plus minus 1 persen,” pungkas dia.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat harga mengalami inflasi sebesar 0,12 persen secara bulanan pada Agustus 2019.

Secara tahun kalender, inflasi tercatat 2,48 persen dan secara tahunan sebesar 3,49 persen.

Iinflasi tertinggi bulan lalu terjadi pada kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar mengalami inflasi sebesar 1,21 persen dengan andil 0,09 persen karena kenaikan uang sekolah SD hingga perguruan tinggi. Kemudian, inflasi juga dipicu kenaikan harga emas sehingga membuat kelompok sandang memberi andil inflasi 0,66 persen. (*)

Leave a Reply