Aksi Jalan Mundur, Aji Sebut Simbol Kemunduran Demokrasi

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menilai penangkapan dan penetapan tersangka terhadap jurnalis Watchdoc Dandhy Dwi Laksono sebagai sebuah bentuk kemunduran demokrasi.

NEWSURBAN.ID – Merespons penangkapan Dandy dan intimidasi terhadap jurnalis, AJI menggelar aksi jalan mundur di kawasan Car Free Day (CFD) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (29/9). Mereka menuntut Polda Metro Jaya mencabut status tersangka Dandhy serta memproses intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis saat meliput aksi demonstrasi mahasiswa.

Saat aksi, sedikitnya dua puluh orang jurnalis  mengitari Bundaran HI pada pukul 08.00 WIB. Mereka memulai aksi dari depan Pos Polisi Bundaran HI. Mereka berjalan mundur sembari memukul kentungan bambu. Para wartawan juga membawa poster bertuliskan penolakan kriminalisasi terhadap jurnalis dan aktivis.

“Cabut status tersangka Dandhy #KamiBersamaDandhy,” tulis salah satu poster yang mereka bawa.

Jackson Simanjuntak, koordinator aksi mengatakan, kriminalisasi terhadap Dandhy atas cuitan tentang Papua sebagai bentuk kemunduran demokrasi. Aksi jalan mundur sebagai bentuk protes terhadap hal tersebut.

“Kami merasa bahwa penangkapan Dandhy ini sebagai sebuah bentuk kemunduran demokrasi yang terjadi saat ini. Karena itu kita melakukan aksi yang disebut jalan mundur itu sebagai simbol dari mundurnya demokrasi yang terjadi di Indonesia,” ujar Jackson, Minggu (29/9).

Lebih lanjut Jackson mengatakan, kentungan yang dibawa peserta aksi menjadi simbol alarm demokrasi setelah pers dibungkam.

Jurnalis Watchdoc dan sutradara “Sexy Killers” Dandhy Dwi Laksono ditangkap Polda Metro Jaya di rumahnya, Kamis (26/9) malam. Ia dituduh menebar ujaran kebencian lewat cuitan di Twitter terkait Papua. Meski sudah dipulangkan, Dandhy ditetapkan tersangka.

Aksi AJI juga menyoroti sepuluh orang awak media yang mendapat tindak kekerasan dari aparat kepolisian pada rangkaian aksi di kawasan Gedung DPR/MPR RI. “Kita menilai sebagai bentuk teror kita mendesak kepolisian untuk menghentikan semua teror dan kriminalisasi terhadap jurnalis,” tegas dia. (*)

Leave a Reply