Jurnalis Pembocor Surat JFK untuk Sukarno, Aristides Katoppo Tutup Usia

Jurnalis senior Aristides Katoppo tutup usia (81). Tides begitu ia akrab disapa, semasa menekuni karier, mampu menghasilkan sejumlah karya jurnalistik besar. Salah satunya liputan eksklusifnya yang terbit di New York Times sekitar 1964 cukup membuat geger penguasa dan dunia internasional saat itu.

NEWSURBAN.ID – Dunia jurnalistik Indonesia baru saja kehilangan wartawan senior sekaligus pendiri Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Aristides Katoppo. Tides, menghembuskan napas terakhirnya di usia 81 tahun, Minggu (29/9).

Nama Aristides tak asing di kalangan pewarta Indonesia. Ia bisa dibilang menjadi salah satu wartawan yang pernah menjadi saksi mata masa gelap media di Indonesia ketika Orde Baru berkuasa hingga kebebasan pers dijamin dalam undang-undang 33 tahun setelahnya.

Tides, mengawali karier jurnalistik sekitar akhir 1957. Saat itu ia bergabung dengan Pers Biro Indonesia. Pada 1961, Tides bergabung dengan Sinar Harapan, salah satu surat kabar yang cukup berpengaruh.

Sinar Harapan menjadi surat kabar yang cukup kontroversial saat itu karena sempat beberapa kali dibredel. Pada 2 Oktober 1965, pemerintahan Presiden Soeharto membredel koran tersebut supaya peristiwa Gerakan 30 September atau G 30 S-PKI tidak terekspos secara bebas oleh media. Namun beberapa hari setelahnya, koran itu diizinkan terbit kembali.

Lalu pada 1968, Tides diangkat sebagai redaktur pelaksana Sinar Harapan sampai harian itu kembali dibredel pada 1972 akibat memberitakan anggaran belanja negara yang belum disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Sang jurnalis senior itu sempat meninggalkan Indonesia selama lima tahun tak lama setelah itu. Ia menghabiskan waktunya selama lima tahun berguru ke Amerika Serikat untuk belajar di Stanford University.

Tides juga pernah mengenyam pendidikan di Center for International Affairs, Harvard University.

Ketika kembali ke Indonesia, Tides mengajar jurnalistik di Jurusan Komunikasi FISIP Universitas Indonesia. Ia juga menjadi pemimpin redaksi Sinar Harapan sampai ditutup tahun 1986.

Tides kemudian kembali mendirikan Sinar Harapan lagi bersama sejumlah rekannya pada 2001. Sayangnya, koran tersebut juga tak berusia panjang. Setelah 16 tahun terbit kembali, Sinar Harapan terpaksa tutup usia pada 1 Januari 2016 karena kehilangan investor dan pengiklan.

Tides mengaku termasuk yang menyayangkan dan sedih karena tidak lagi terbit sebagai koran sore yang dicetak. “Saya yang termasuk menyayangkan dan sedih karena tidak lagi terbit sebagai koran sore yang dicetak,” kata Tides dikutip dari laman CNN Indonesia pada 29 Desember 2015 lalu.

Meski Sinar Harapan cetak tutup, bagi Tides, koran itu adalah tempat dia berkarya dan belajar. “Media sekarang dikuasai oleh internet dan digital. Yang penting juga pembaca. Saya kira, cucu-cucu saya sudah tidak terbiasa membaca koran, mereka membaca di smartphone,” katanya.

Selama berkiprah sebagai wartawan, Tides mampu menghasilkan sejumlah karya jurnalistik besar, salah satunya liputan eksklusifnya yang terbit di New York Times sekitar 1964 cukup membuat geger penguasa dan dunia internasional saat itu.

Tides mendapat isi surat khusus yang dikirim Presiden Amerika Serikat John F Kennedy untuk Presiden Sukarno. Surat itu dikirim langsung Kennedy melalui utusannya, Jaksa Agung AS Robert ‘Bob’ F Kennedy, yang berkunjung ke Jakarta.

Pesan yang disampaikan lewat surat tersebut berisikan tawaran AS untuk memberi bantuan demi menengahi perundingan pengalihan kekuasaan Irian Barat antara Indonesia dan Belanda. Dalam surat itu, Presiden Kennedy meminta Indonesia tidak menggunakan kekerasan militer dan tidak menggunakan senjata dari Uni Soviet.

Tides menjadi satu-satunya wartawan yang mendapat isi surat Kennedy tersebut. Wartawan New York Times yang ikut rombongan Kennedy pun tidak mengetahui isi surat itu

Laporan Tides tersebut pun menjadi menjadi berita utama di Sinar Harapan dan The New York Times. (*)

Selamat Jalan Senior Tides.

One thought on “Jurnalis Pembocor Surat JFK untuk Sukarno, Aristides Katoppo Tutup Usia

  1. Pingback: Innalillahi, Mantan Menteri Penerangan Harmoko Meninggal Dunia | Newsurban

Leave a Reply