Tamareng, Tampilkan Kisah Rumah Tangga Suram

Potongan adegan Drama Tamareng yang diproduksi Komunitas Seni Adab (KisSA). Drama ini akan ditampilkan di Festival Teater Mahasiswa Indonesia (FTMI) XV di IAIN PALOPO dalam kemasan lokal bernuansa keluarga bugis. (FOTO KissSA)

Sutradara dan milenial makin kreatif menggarap cerita lokal dan diproduksi menjadi drama pendek yang menarik. “Temareng” misalnya. Drama ini merupakan cerita lokal diramu sedemikian rupa hingga menarik ditonton.

NEWSURBAN.ID, MAKASSAR – Tamareng, berasal dari Bahasa bugis yang berarti Kerasukan, merupakan naskah drama hasil adaptasi oleh Kaamila (Mido)dari drama popular Suara-Suara Mati karya Manuel Van Logem.

Teguh Esa Bangsawan DJ berperan sebagai Sahabat dalam Drama Tamareng. (FOTO IST)

Drama ini menceritakan sepasang suami-istri yang menjalani rumah tangga yang suram karena mereka hidup di dalam rasa bersalah. Sang istri mengalami goncangan berat oleh kematian anaknya yang masih bayi.

Dalam perjalanan rumah tangga mereka,seorang sahabat  diundang ke rumahnya agar ikut merasakan penderitaan yang dialami mereka berdua. Sahabat terkejut menyaksikan Istri kerap mengalami halusinasi.

Ia mendengar suara ketukan pintu dan tangisan bayinya yang sudah setahun lamanya telah berpulang. Belum lagi sebuah teror datang hampir setiap saat melalui surat-surat dari tukang pos yang membuatnya hidup dalam ketakutan.

Di hari itu ada dosa yang harus segera dituntaskan melalui pengakuan baik oleh Istri, Suami, juga Sahabat yang datang bertamu.
Lakon Tamareng, oleh Komunitas Seni Adab (KisSA), akan ditampilkan di Festival Teater Mahasiswa Indonesia (FTMI) XV di IAIN PALOPO dalam kemasan lokal bernuansa keluarga bugis. (*)

Para Aktor/Pemain:
Sahabat (Teguh Esa Bangsawan DJ), Suami (Sudarmono GS), Isteri (ST. Kiran), Dara (ST. Zakia), Bujang (Ikhsan).

Sutradara: Muh. Imran.
Pimpinan Produksi: Ardi
Penata Artistik: Haedar
Penata Cahaya : Rio
Penata bunyi : Marlin
Penata Kostum: Jihan (*)

 

 

 

 

Leave a Reply