Wiranto Ditikam, Polisi Bilang Tidak Ada Istilah Kecolongan

Menkopolhukam Wiranto diserang saat hendak mengunjungi peresmian gedung baru Mathla’ul Anwar, Pandeglang, Banten, pukul 11.55 WIB.

NEWSURBAN.ID – Terkait penyerangan dan penusukan, Mabes Polri menyatakan tak ada istilah kecolongan saat melakukan pengamanan terhadap Menkopolhukam Wiranto. Hari ini di Pandeglang, Wiranto ditusuk dua orang tak dikenal yang diduga merupakan pasangan suami-istri (pasutri).

Menkopolhukam Wiranto ditandu untuk mendapatkan pertolongan medis.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan dalam sebuah kegiatan publik adalah hal wajar bagi seorang pejabat untuk meladeni interaksi dengan masyarakat.

“Tidak ada istilah kecolongan, jadi interaksi pejabat publik dengan masyarakat seperti halnya yang sudah terjadi seperti itu, bersalaman, disapa itu hal biasa,” tutur Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (10/10).

Dedi mengatakan pada saat kejadian tersebut pun, aparat keamanan telah melakukan pengondisian sesuai SOP pengaman terhadap Wiranto yang merupakan pejabat VIP. “SOP pengamanan dilakukan,” ujarnya.

Wiranto diserang saat hendak mengunjungi peresmian gedung baru Mathla’ul Anwar, Pandeglang, Banten, pukul 11.55 WIB.

Akibat penusukan, Wiranto mengalami luka dan dibawa ke RSUD Pandeglang. Wiranto disebut mengalami luka tusuk di bagian perut.

Kapolsek Menes Kompol Daryanto turut menjadi korban penyerangan dan mengalami luka di bagian punggung.

Pelaku penusukan Wiranto diketahui berjumlah dua orang, yakni laki-laki berinisial SA alias Abu Rara dan perempuan berinisial FA. (*)

Leave a Reply