Sudutkan Walikota Palu, Nuansa Pos Terima Sanksi Adat Minta Maaf 3 Kali

Suasana pertemuan di kediaman Pimpinan Nuansa Pos di Jalan Halmahera No. 64 Maesa Kelurahan Lolu Selatan pada Sabtu 12-10-2019. (Foto Yusuf)

Koran Harian Nuansa Pos yang terbit di Kota Palu “disomasi adat” Walikota Palu akibat berita yang mengaitkan keterlibatan Walikota Palu dalam sebuah berita bermotif korupsi. Atas somasi itu, Nuansa Pos mengaku tidak mengonfirmasi Walikota Palu dan bersedia digivu (dihukum) meminta maaf tiga kali di Nuansa Pos.

LAPORAN: YUSUF
NEWSURBAN.ID, PALU – Forum Komunikasi Pemuda  Kaili (FKPK) Kota Palu bersama dengan pihak Kelurahan Lolu Selatan bersama-sama mendatangi kediaman pimpinan harian koran Nuansa Pos terkait dengan pemberitaan yang berjudul “Milyaran Harga Barang Bekas Mall Tatura dan RS Anutapura Palu Diduga Digelapkan. Walikota Palu Ikut Terlibat?.

Judul HL Nuansa Pos itulah yang dinilai menyudutkan Pemkot dalam hal ini Walikota Palu. Sehingga melalui FKPK Kota
Palu bersama dengan pihak Kelurahan dan Lembaga Adat Kelurahan Lolu Selatan meminta pihak Nuansa Pos mengklarifikasi kembali berita yang dibuat karena membuat berita menuding Walikota Palu ikut terlibat.

Namun hal-hal tersebut menurut Ketua FKPK Kota Palu, Suhupi S.Sos M.Si sama sekali tidak berdasar dan tidak didukung dengan fakta yang jelas ditambah lagi pihak Nuansa Pos tidak melakukan konfirmasi langsung ke Walikota Palu dan secara sepihak menaikkan berita tersebut.

Massa berpakaian adat Kaili mendatangi rumah Pimpinan Harian Nuansa Pos. (FOTO YUSUF)

Menurut Suhupi berita yang disampaikan pihak Nuansa Pos tersebut sama sekali tidak berdasar dan hanya ingin menaikkan oplah koran saja dan telah melakukan fitnah kepada Walikota Palu apalagi dengan membuat judul berita yang menuding walikota ikut terlibat dengan menambahkan tanda tanya.

“Pemberitaan koran Nuansa Pos, Jumat 11 Oktober 2019 tersebut adalah berita yang sama sekali tidak berdasar dan semua informasi yang disampaikan sama sekali tidak benar,” urainya.

Sehingga hasil rembuk dengan pihak lembaga adat Kelurahan Lolu Selatan maka pihak nuansa pos harus menjalani prosesi adat “Atura Nuada Ante Givu Nuada to Kaili Ri livotu nu Palu” atau Hukum dan Sanksi Adat di Kota Palu.

Selain itu pula kata Suhupi pihak Nuansa Pos juga wajib memuat berita klarifikasi terkait berita yang dibuatnya dengan mengembalikan nama baik Walikota Palu dan permohonan maaf di koran Nuansa Pos sebanyak 3 kali berturut turut.

Sementara itu, pimpinan Nuansa Pos Bayu Alexander Montang didampingi Pimpinan Redaksi Nuansa Pos Dedy menyebutkan bahwa pihaknya sebelum membuat berita telah mengkonfirmasi ke pihak dalam hal ini pihak Rumah Sakit Anutapura Palu melalui Direktur dr Ruslan dan pihak Mall Tatura Memet hanya saja dengan Walikota Palu pihak Nuansa Pos tidak menanyakannya langsung dan hal itulah yang langsung berita dibuat dan dinaikkan ke koran.

Namun pihak Bayu akhirnya mengakui dan bersedia menerima sanksi digivu atau hukum adat kaili serta bersedia membuat berita klarifikasi dan membuat permintaan maaf di koran Nuansa Pos sebanyak 3 kali.

Suasana pertemuan di kediaman pimpinan Nuansa Pos di Jalan Halmahera No. 64 Maesa Kelurahan Lolu Selatan pada Sabtu 12-10-2019 juga dihadiri pihak kepolisian yang ikut serta mengamankan jalannnya suasana pertemuan tersebut. Suasana pertemuan berjalan kondusif aman dan terkendali. (*)

Leave a Reply