Revisi RTRW, Pemkot Palu Libatkan Stakeholder

Asisten 2 Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, Ir Singgih Budi Prasetyo dalam pertemuan penyusunan RTRW Kota Palu, Rabu (16/10/2019), di Hotel Best Western Coco Palu. (Foto Yusuf)

Penyusunan RTRW kota dan kabupaten merupakan tahapan yang harus dilalui. Penyusunan RTRW melibatkan pemangku kepentingan (stakeholder) sampai tahap ranperda.

LIPUTAN: YUSUF
NEWSURBAN.ID, PALU – Pertemuan penyusunan RTRW menjadi agenda lanjutan pada pelaksanaan konsultasi publik II Revisi RTRW Kota Palu sesuai revisi perda No.16 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Palu Tahun 2010-2030. Pertemuan dilaksanakan di Hotel Best Western Coco Palu Rabu (16/10/2019).

Peserta pertemuan dalam rangka konsultasi publik 2 penyusunan RTRW Kota Palu, Rabu (16/10/2019), di Hotel Best Western Coco Palu. (Foto Yusuf)

 

Walikota Palu diwakili Asisten 2 Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, Ir Singgih Budi Prasetyo. Ikut mendampingi Kasubdit pemanfaatan ruang daerah kementerian ATR ibu Yosi dan tim.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Perumahan dan kawasan Kota Palu Ir Dharma Gunawan Mochtar, M.Si,  Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Palu, Mohamad Rizal, S.T, M.Si, Kadis Kominfo Kota Palu Ichsan Hamzah, Kepala Damkar Kota Palu Sudaryano Lamangkona, para camat dan lurah serta sejumlah instansi terkait dan stakeholder.

Singgih mengatakan, konsultasi publik II ini dapat menggali, mengidentifikasi dan merumuskan isu pembangunan berkelanjutan. Paling prioritas dan materi muatan rencana yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan ini sangat penting dilakukan bersama.

“Saya imbau semua pihak serius dalam kegiatan ini agar hasilnya bisa optimal,” kata Singgih.

Setelah pasca bencana di Kota Palu, lanjut Singgih, Pemkot terus mendorong penguatan peningkatan kualitas seluruh dokumen perencanaan. Dokumen mencakup yang bersifat spasial, keruangan, maupun non spasial dengan maksud untuk mengantisipasi kebencanaan dapat dilakukan sedari awal.

Karenanya saya berharap semua dapat bersinergi dan terpadu dalam penyusunan dokumen melalui forum ini. Terlebih banyak peserta yang berkompeten sehingga terjadi transfer of knowledge bagi aparatur pemerintah.

Seraya menambahkan apa yang dihasilkan dari rapat konsultasi publik II revisi RTRW ini dapat  dipertanggungjawabkan secara keilmuan dan penerimaan sosiologis oleh masyarakat. (*)

Leave a Reply