Dua Tahun Buron, Jentang Ditangkap

Soedirjo Aliman alias Jentang (kiri) ditangkap setelah buron kurang lebih 2 tahun. (ist)

Pelarian buronan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar, Jentang akhirnya terhenti. Tim Intelijen Kejaksaan Agung berhasil menangkap pengusaha asal Makassar ini di salah satu hotel di daerah Senayan, Jakarta.

NEWSURBAN.ID, MAKASSAR – Buronan Soedirjo Aliman alias Jentang, ditangkap kejaksaan. Jentang ditangkap setelah 2 tahun buron di kasus korupsi sewa lahan di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Ditangkap di daerah Senayan, Jakarta Selatan, Kamis dini hari pukul 0015 WIB,” ucap Jamintel Kejagung, Jan S Maringka, Kamis (17/10/2019).

Jan menambahkan, Jentang saat ini sementara diamankan di Kejari Jaksel. Jan menjelaskan, perbuatan Jentang menyebabkan terhambatnya pembangunan Pelabuhan Makassar New Port.

“Perbuatan tersangka telah menyebabkan terhambatnya pembangunan Pelabuhan Makassar New Port, yang termasuk ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kawasan Indonesia Timur,” ungkapnya.

Kejati Sulsel pada 1 November 2017 lalu menetapkan Jentang sebagai tersangka kasus korupsi sewa tanah negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Jentang kemudian ditetapkan buron pada 9 Desember 2019 setelah ia minggat dari kediamannya di Makassar.

Semenjak berstatus buron, Kejati Sulsel di sejumlah kesempatan pada tahun 2018 pernah menggerebek kediaman Jentang di Makassar. Namun Jentang selama itu tidak pernah tertangkap.

Menurut Jan, perbuatan Jentang, membuat negara mengalami kerugian senilai Rp500 juta. Penangkapan Jentang berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kejati Sulawesi Selatan Nomor : PRINT-509/R.4/Fd.1/11/2018.

“Jentang saat ini masih diamankan di Kejari Jaksel sembari jaksa memproses penyerahannya ke Kejati Sulsel,” tutur Jan.

Jentang merupakan buron ke 345 yang terjaring operasi tabur 31.1. Operasi tersebut digagas Jamintel sejak 2018. Operasi itu juga memberi pesan yang kuat bahwa tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan. (*)

Leave a Reply