Heboh Anggaran ATK Pemprov DKI, Tina Toon Bilang Perlu Investigasi

Anggaran pembelian lem aibon sebesar Rp82 miliar yang diunggah oleh Sudin Pendidikan Jakarta Barat dan anggaran pembelian ballpoint sebesar Rp123 miliar yang diunggah Sudin Pendidikan Jakarta Timur, berbuntut heboh.

NEWSURBAN.ID, JAKARTA – Sejumlah anggaran tak masuk akal dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) ditemukan oleh DPRD DKI Jakarta.

Diantaranya pembelian ATK berupa lem aibon sebesar Rp82 miliar yang diunggah oleh Sudin Pendidikan Jakarta Barat dan anggaran pembelian ballpoint sebesar Rp123 miliar yang diunggah Sudin Pendidikan Jakarta Timur.

Kepala Tata Usaha Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat, Sudarman mengakui telah melalukan kekeliruan. Kekeliruan dimaksud saat memasukkan item pengadaan lem Aibon ke e-budgeting dengan anggaran senilai Rp82 miliar.

Sudarman mengaku tak menyangka bila keteledorannya itu membuat kehebohan di masyarakat.

Terkait salah input itu, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Agustina Hermanto alias Tina Toon menyindir Pemprov DKI. Tina menegaskan, input data yang berhubungan dengan anggaran negara, jangan disepelekan seperti mengisi voucher pulsa.

Menurut Tina, salah input seharusnya tidak ada kerena itu adalah uang rakyat. “Harus ngak ada kata salah input karena itu uang rakyat, bukan isi ulang voucher pulsa,” katanya, Sabtu (2/11/2019).

Agar kasus salah input itu terang benderang, Tina menegaskan perlu dilakukan investigasi dari anggaran tersebut. Sebab sambung dia,  sebab hal itu menyangkut kesejahteraan rakyat. (*)

Leave a Reply