Mahasiswa PWK Diharap Pahami Isu Perkotaan

Fakultas teknik jurusan arsitektur program studi S1 Perencana Wilayah dan Kota (PWK), menggelar workshop revitalisasi kurikulum untuk mahasiswa perencanaan wilayah dan kota di Aula Fakultas Teknik Universitas Tadulako (UNTAD) Rabu (6/11/2019).

Berbagai permasalahan perkotaan harus mampu dipecahkan melalui perencanaan yang baik. Karena itu, Bappeda Kota Palu mengharapkan mahasiwa perencana wilayah memahami masalah perkotaan, ketidakmerataan pebangunan antar wilayah, urbanisasi, kekumuhan, dan kriminalitas.

LIPUTAN: YUSUF
NESURBAN.ID, PALU – Isu-isu perkotaan terutama pascagempa di Sulawesi Tengah dipaparkan Kepala Bidang Data dan Informasi Bappeda Kota Palu dalam workshop revitalisasi kurikulum untuk mahasiswa perencanaan wilayah dan kota di Aula Fakultas Teknik Universitas Tadulako (UNTAD) Rabu (6/11/2019).

“Pelaksaana rehabilitasi dan rekonstruksi sudah dan akan dilaksanakan di Kota Palu,” kata Kepala Bappeda Kota Palu yang diwakili Kabid Data dan Informasi Bappeda Kota Palu Ibnu Mundzir seraya menyebutkan workshop ini dimaksudkan untuk mendapatkan Input dari stakeholder.

Dari workshop ini lanjut dia akan memperkaya referensi pemerintah daerah dan menjadikan keluaran dari mahasiswa PWK UNTAD mengikuti kebutuhan pasar tenaga kerja (link and match).

Narasumber terdiri atas Bappeda Kota Palu, Bappeda Donggala, dan Bappeda Morowali.
Dalam paparannya, masing-masing penyaji mempresentasikan berbagai hal yang dibutuhkan dan berbagai kendala yang selama ini dihadapi dalam kinerja perencanaan pembangunan dan pengembangan wilayah.

Ibnu Mundzir, selaku Kabid Data dan Informasi Bappeda Kota Palu, menyajikan paparan tentang isu perencanaan pembangunan dan pengembangan wilayah pascabencana. (*)

Leave a Reply