Vape Ilegal Meningkat, Pemerintah Perketat Pengawasan

Cairan rokok elektrik ilegal banyak beredar di pasar dalam negeri. Daerah pemasaran yang ditindak Bea Cukai banyak berada di Sulawesi Selatan, Jambi, Kalimantan Timur, dan Banjarmasin.

NEWSURBAN.ID, JAKARTA – Pemerintah tak hanya berencana menaikkan cukai rokok elektrik 20-30%, tetapi juga akan terus mengawasi peredaran vape dari pabrik hingga penjualan eceran untuk menekan tingginya peredaran vape ilegal.

“Kalau dalam suatu titik ada keputusan boleh atau tidak boleh, Bea Cukai akan menyesuaikan. Tetapi selama itu belum ditetapkan, langkahnya dua yaitu menerapkan cukai untuk vape dan berantas kalau mereka tidak bayar,” tutur Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Menurut Heru, berdasar data, sepanjang 2019, Ditjen Bea dan Cukai telah menindak 252 kasus vape ilegal. Dari penindakan itu, Bea Cukai telah mengamankan 1.459 liter cairan vape ilegal senilai Rp1,78 miliar.

Menurutnya, tren jumlah kasus vape ilegal tahun ini, cenderung naik dibandingkan tahun lalu yakni sebanyak 218 kasus vape ilegal. Dari 218 kasus itu, Ditjen Bea dan Cukai telah mengamankan 10.802 liter vape ilegal senilai Rp1,58 miliar.

Dia menjelaskan, dalam komoditas, vape masuk dalam produk hasil tembakau. Dalam daftar penindakan terhadap 10 komoditas tertinggi selama 2019, kasus pelanggaran banyak terjadi pada komoditas hasil tembakau seperti rokok dan vape.

Sementara hasil pengawasan tembakau, tahun ini ada 5.598 kasus. Dari ribuan kasus hasil tembakau yang ditindak tersebar di berbagai tempat mulai dari pabriknya hingga ke wilayah pemasaran.

“Ini yang kita lakukan untuk rokok konvensional khususnya di Jawa Timur itu Sidoarjo, Malang, Pasuruan, Madura. Di Jawa Tengah sumber produksi ilegal itu di Pati, Kudus, dan Jepara,” kata Heru. (bt/*)

Leave a Reply