ASN BPSDM Kalimantan Utara Jadi Narasumber Antikorupsi

Widyaiswara BPSDM Kaltara, Mardian Arsjad saat menerima cinderamata dari KPK RI. (Humas Kaltara)

Mardiana Arsjad, seorang Widyaiswara dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) dipercaya menjadi salah satu narasumber pada agenda temu aksi penyuluh anti korupsi dalam rangkaian Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2019 di Gedung C1 Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (12/12). Ia mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara).

TANJUNG SELOR, NEWSURBAN.ID – Kepala BPSDM Kaltara Muhammad Ishak mengatakan, kegiatan temu aksi penyuluh anti korupsi ini digagas oleh Lembaga Sertifikasi Penyuluh KPK untuk berbagi pengalaman dan ide, penguatan kompetensi, serta penyusunan Panduan dan Rencana Aksi Penyuluh Antikorupsi. “Untuk materi paparan berupa metode pecha-pecha. Yaitu terkait berpikir kritis tentang korupsi, materinya anti korupsi pada Latsar CPNS,“ jelasnya dilansir di website resmi Pemprov Kalimantan Utara, Jumat (13/12/2019).

Menurut Ishak, materi anti korupsi yang disampaikan di depan para penyuluh anti korupsi ini, sebelumnya pernah disampaikan Mardiana pada Latsar CPNS di lingkup Pemprov Kaltara beberapa waktu lalu.

Ishak menjelaskan, tujuan dari materi yang disampaikan, adalah untuk membentuk pribadi-pribadi yang jujur, amanah dan juga membentuk pribadi yang dapat berperan serta dalam pencegahan korupsi di lingkungan kerja maupun di lingkungan masyarakat.

Sementara itu, Mardiana Arsjad mengatakan, beberapa materi yang dibeberkan pada kesempatan itu adalah mengenai pengertian korupsi, dampak korupsi, tindak pidana korupsi, dan bagaimana membangun niat dan semangat dan anti korupsi.

Dia menjelaskan, pengertian korupsi yang ia paparkan sampaikan tidak hanya berupa teori tentang beberapa jenis korupsi. Namun juga memberikan pengertian korupsi dengan cara metaplan, yakni tiap peserta memberikan pendapatnya tentang apa itu korupsi. Selain itu juga dengan tayangan berupa video.

“Selain juga memberikan diskusi dengan cara berkelompok termasuk dengan belajar melalui metode Board Game. Sehingga para peserta dapat berperan aktif dalam proses pembelajaran,“ tutur Mardiana.

Materi tindak pidana korupsi, lanjut Mardiana tidak harus membahas tentang pasal-pasal. Namun juga memberikan tugas baca dengan memberikan referensi bacaan dan pemahaman tentan anti korupsi. “Saya juga memberikan tugas baca dan pesrta tugas bercerita tentang tokoh apa saja yang di baca kemudian peserta akan menceritakan, biasanya peserta sangat antusias dalam membahas dan mendiskusikan ini,” jelasnya.

Penanaman nilai-nilai anti korupsi ini tambah Mardiana, lebih banyak ke internalisasi pada masa saat melakukan aktualisasi di tempat kerja. Setelah kembali, jelasnya, peserta mempresentasikan hasil-hasil kegiatannya yang terkait dengan nilai aneka akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan juga anti korupsi. (adi/*)

Leave a Reply