Jokowi Serahkan 1.000 Sertifikat Tanah Untuk Rakyat Kaltara

Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Presiden dalam kesempatan ini membagikan 1000 sertifkat tanah hak milik kepada masyarakat setempat. (ist)

Sejak menjadi Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) sudah empa kali berkunjung ke Kalimantan Utara (Kaltara). Kedatangan RI satu di Bumi Benuanta untuk meninjau kesiapan infrastruktur dalam rangka menarik investasi di provinsi paling muda ini.

TARAKAN, NEWSURBAN.ID – Kedatangan Jokowi di Bumi Benuanta disambut hangat masyarakat setempat. Kali ini, Jokowi menyerahkan 1.000 sertifikat hak atas tanah untuk rakyat dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Kalimantan Utara. Penyerahan sertifikat itu digelar di Lapangan Tenis Tertutup Keramat, Kota Tarakan, Rabu (18/12/2019).

Menurut Jokowi, seharusnya ada 126 juta bidang tanah yang bersertifikat di seluruh Tanah Air. Namun hingga tahun 2015, baru 46 juta sertifikat yang diberikan kepada masyarakat. “Artinya, kurang 80 juta yang belum pegang ini. Bapak ibu harus bersyukur karena sudah pegang ini sertifikat,” kata Jokowi.

Orang nomor satu di Indonesia ini, pun telah memerintahkan Menteri Agraria dan Tata Ruang untuk mempercepat penerbitan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat. Jika sebelumnya hanya 500 ribu lembar sertifikat yang dibagikan kepada rakyat setiap tahunnya, maka sejak pemerintah meluncurkan Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), jumlah tersebut naik signifikan setiap tahunnya.

Presiden Jokowi menyerahkan sertifikat tanah hak milik kepada masyarakat Kalimantan Utara di Lapangan Tenis Tertutup Keramat, Kota Tarakan, Rabu (18/12/2019).(ist)

“Tahun 2017, lima juta bisa rampung setahun. Saya naikkan lagi 2018, tujuh juta, rampung tujuh juta. Tahun ini sembilan juta, rampung sembilan juta, di seluruh Indonesia ya. Padahal biasanya dulu setiap tahun itu hanya 500 ribu di seluruh Indonesia. Coba, naiknya sampai 15 kali lipat. Bayangkan,” ungkapnya.

Di samping itu, lanjut Jokowi, percepatan penerbitan sertifikat juga dikarenakan banyaknya sengketa lahan dan tanah yang terjadi di masyarakat. Presiden mengaku kerap mendengar keluhan terkait sengketa lahan setiap dirinya pergi ke daerah.

“Apa yang saya dengar dari rakyat? Sengketa tanah, sengketa lahan, konflik tanah, konflik lahan. Setiap hari saya masuk ke desa pasti suara itu yang saya dengar. Sehingga ini menjadi kunci,” imbuhnya.

Jokowi mengatakan, jika masyarakat sudah memegang sertifikat sebagai tanda bukti hak hukum atas tanah yang dimilikinya, maka konflik lahan bisa dihindari. “Mau apa kalau sudah pegang ini? Enggak bisa apa-apa, ngaku-ngaku? Balik dia. Ini pentingnya bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki yang namanya sertifikat,” jelasnya.

Presiden pun berpesan kepada para penerima untuk menjaga sertifikatnya dengan baik, misalnya dengan memfotokopinya dan menyimpannya di tempat yang aman. Selain itu, Presiden juga mengingatkan para penerima untuk berhati-hati jika ingin menggunakan sertifikatnya sebagai agunan di bank.

“Tidak apa-apa, memang sertifikat bisa dipakai untuk itu (agunan). Tetapi hati-hati, meminjam uang di bank itu saya titip hati-hati betul. Harus dikalkulasi, harus dihitung betul-betul, pinjam berapa, angsurnya setiap bulan berapa, harus dihitung betul, jangan keliru hitung,” jelas Jokowi.

Penyerahan sertifikat kepada masyarakat Kaltara, Jokowi didampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, dan Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie mengucapkan terimakasih kepada Presiden dan sejumlah pejabat pusat yang berkunjung ke Kaltara.

“Atas nama rakyat Indonesia di Kaltara, kami menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Jokowi yang sudah bersedia hadir kembali di Kaltara,” ucap Irianto.

Untuk diketahui, kedatangan Jokowi kali ini adalah yang keempat kalinya. Pertama Jokowi hadir di Tarakan dan Sebatik, Nunukan pada 15-16 Desember 2014. Atau sekitar dua bulan setelah dilantik sebagai Presiden untuk periode pertamanya.

Kunjungan Jokowi kali, agenda pertamanya, di Tarakan sekitar pukul 16.30 WITA kemarin, Presiden langsung melakukan pertemuan dengan masyarakat, dan sekaligus menyerahkan sertifikat tanah di Gedung Indoor Telaga Keramat. (adi/*)

Leave a Reply