Nikmat! Presiden Jokowi Bersama Gubernur Irianto Menyeruput Kopi Krayan

Presiden Joko Widodo bersama Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie menyeruput Kopi Krayan di Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/12). (ist)

Kunjungan kerja ke Kalimantan Utara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyempatkan menyeruput kopi aromatik khas Kalimantan Utara, Kopi Krayan. Jokowi juga meresmikan nama kopi khas Kalimantan Utara itu dengan nama Kopi Krayan.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID – Tak banyak yang tahu bahwa wilayah di Kalimantan Utara memiliki potensi kopi. Krayan, Kabupaten Nunukan, misalnya. Sejak lama, masyarakat setempat sudah menanam kopi.

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie didampingi Kepala DPKP Andi Santiaji Panandrangi menjelaskan proses penanaman hingga pemasaran Kopi Krayan kepada Presiden Joko Widodo, di Nunukan, Kamis (19/12). (ist)

Kopi yang ditanam di ketinggian 1.000 meter di atas daerah Krayan, Kabupaten Nunukan. Kopi ini dikembangkan petani di wilayah yang berbatasan dengan Malaysia. Wanginya aromatik khas. Sayangnya kopi itu belum untuk produksi dalam jumlah banyak.

Kini, pemerintah khususnya Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Kalimantan Utara, menjadikan komoditas ini sebagai produk khas yang dapat dijadikan oleh-oleh para wisatawan. Apalagi, nama Kopi Krayan ini diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo. Ini menjadi nilai plus untuk pemasaran kopi khas provinsi paling muda di Indonesia tersebut.

Kepala Dinas DPKP Kalimantan Utara, Andi Santiaji Panandrangi mengatakan, kopi ini juga sudah dipamerkan pada HUT Perkebunan ke-62 di Malang baru-baru ini.

“Dari hasil cupping (mencicipi) sementara, untuk rasa tingkat keasaman (accidity) yang rendah, agak manis tipis seperti brown sugar. Dan lebih memunculkan ke rasa umbi-umbian (ubu jalar ungu),” jelas Andi Santiaji.

Dia menjelaskan, saat dilakukan cupping, digunakan suhu 90 derajat celcius dengan gilingan ada tingkat medium (sedang) dengan body (tingkat ketebalan) medium. “Sedangkan untuk level roastingan medium. Dan untuk proses pascapanen Full Wash (cuci bersih),” imbuhnya.

Hasilnya, Presiden Jokowi merasa ada yang berbeda dari kopi ini. Jokowi pun menandatangani pemberian nama Kopi Krayan disaksikan Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie, Kepala DPKP Kaltara Andi Santiaji Panandrangi, dan sejumlah pejabat yang ikut dalam rombongan Presiden.

Lebih lanjut Andi Santiaji mengakui, Kopi Krayan dianggap sudah bisa disandingkan dengan kopi produk daerah lain. Hanya saja, kata dia, kendala Kopi Krayan adalah stoknya masih terbatas, tingkat kesulitan mengakses lokasi penanaman, biaya angkut yang masih tergolong mahal sehingga bersampak pada harga jualnya juga akan mahal. “Juga perlu edukasi/pendampingan ke petani untuk proses pascapanen agar hasilnya bisa dimaksimalkan,” kata pria asal Kabupaten Bone Sulawesi Selatan ini.

Para barista di Kalimantan Timur pun mengakui kendala mengangkat potensi kopi Krayan yaitu akses. Selain itu, juga belum adanya kesepahaman antara petani, roaster dan para penyeduh.

Sementara itu, Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid mengakui Krayan memiliki potensi kopi. Dia pun menyatakan telah meminta dinas terkait melakukan kajian dan melakukan pendampingan kepada petani kopi di Krayan. (*)

Leave a Reply