Mubes I IKA Spentig, Ismak Terpilih Menjadi Ketua Pertama

Muhammad Ismak (kanan) terpilih sebagai Ketua IKA Spentig (SMPN 3 Makassar) melalui Musyaawarah Besar (Mubes) I, Minggu (22/12/2019) di Hotel M Regency Makassar. (ist)

Ketua Umum DPP Asosiasi Advokat Indonesia Muhammad Ismak terpilih menjadi ketua pertama IKA Spentig dalam Mubes I, Minggu (22/12/2019).

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Ikatan Alumni (IKA) SMPN 3 (Spentig) Makassar menggelar musyawarah besar (Mubes) I di Hotel M Regency, Minggu (22/12/2019). Lewat kegiatan ini, IKA Spentig melakukan penyusunan AD/ART serta melakukan pemilihan Ketua IKA Spentig pertama.

Mubes I IKA Spentig mencalonkan empat alumni dipilih menjadi ketua pertama. Mereka adalah Andi Nasrul Rewa Alumni 85 (Wiraswasta), Sri Endang Sukarsih MP Alumni 77 (Staf Ahli Bidang Kesra Sub Bidang Keagamaan Pemprov Sulsel), Mayjen TNI Dr Marga Taufik Alumni 80 (Pangdam Pattimura), Muhammad Ismak alumni 84 (Ketua Umum DPP Asosiasi Advokat Indonesia). Setelah melalui pemilihan, M Ismak terpilih sebagai ketua pertama IKA Spentig.

Ketua Panitia Pelaksana Mubes I Irna Nasyatie pembukaan acara mengatakan, musyawarah besar pertama ini mengusung tema “Silaturrahim mempererat persaudaraan sesama alumni Spentig”. Tema tersebut sesuai dengan keinginan alumni untuk menghadirkan suatu wadah silaturahmi bagi para alumni Spentig lintas angkatan.

“Alumni menginginkan suatu wadah bersilaturahmi dan adanya masukan dari kepala sekolah SMPN 3 karena selama ini hanya ada Ika Spentig per angkatan, dan belum ada Ika besar (lintas angkatan),” kata alumni Spentig Angkatan 88 ini.

Kepala Sekolah SMPN 3 Makassar, Kaswadi memberi apresiasi atas penyelenggaraan Mubes I IKA Spentig. Dia berharap siapapun yang terpilih menjadi Ketua IKA Spentig bisa meciptakan program yang menjadikan IKA sebagai wadah para alumni SMPN 3 Makassar dari berbagai angkatan.

“Selama saya memimpin SMPN 3 Makassar, kami banyak mengikuti kegiatan alumni per angkatan, jadi kami beri saran setiap angkatan diberikan wadah namanya IKA Spentig. Itu adalah sesuatu yang kami harapkan,” ujarnya.

Dia, mengharapkan ke depan IKA Spentig membuat program yang melibatkan SMPN 3 Makassar. Karena para alumni dibutuhkan untuk menjadi sumber inspirasi bagi para siswa. Tidak hanya itu, IKA Spentig juga bisa menjadi wadah untuk memberikan masukan kepada pihak sekolah terkait hal-hal yang masih perlu dibenahi.

“Terus terang, di sekolah membutuhkan sumber inspirasi yang lain, selain dari guru, tapi juga dari alumni. Para alumni juga bisa menyampaikan apa yang perlu dibenahi sehingga SMPN 3 Makassar tetap jaya di mata masyarakat. Terbentuknya IKA Spentig bisa mempererat silaturahmi dan mengembangkan program yang bersinergi dengan sekolah,” jelas Kaswadi.

Sementara itu, Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Makassar Syarifuddin mengatakan, IKA memiliki peranan penting dalam membantu Dinas Pendidikan memberikan pelayanan pendidikan. Menurut dia tanggung jawab pendidikan tidak hanya dipangku oleh pemerintah tapi instrumen masyarakat di mana IKA sebagai bagian dari masyarakat sangat dibutuhkan. “Harapan ke depan terbentuknya Ika bisa membawa SMPN 3 Makassar lebih baik lagi,” imbuhnya. (*)

Leave a Reply