Pangan Kedaluwarsa, Terbanyak di Makassar dan Palopo

Ilustrasi, waspadai produk pangan kedaluwarsa banyak ditemukan beredar di pasar dan di gudang. (ist)

BPOM merilis produk kedaluwarsa yang beredar di pasar, paling banyak ditemukan di Sulawesi Selatan. Temuan di Sulsel terbanyak di Kota Palopo dan Kota Makassar.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Total temuan pangan kedaluwarsa oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI sebanyak 81.138 kemasan makanan dan minuman. Dari jumlah itu, 25.481 kemasan (31,4%) beredar di Sulsel.

Lebih mendetail, temuan di Sulsel, paling banyak berada di Kota Palopo dan Kota Makassar. Di kedua kota ini, BPOM menemukan produk pangan kedaluwarsa berada di gudang.

Kepala BPOM Sulsel, Abdul Rahim, menyebut sebagian besar makanan dan minuman kedaluwarsa itu ditemukan di Palopo.

Rahim menjelaskan produk pangan yang lewat masa konsumsinya itu beraneka jenis. Mulai dari bumbu masak, kopi bubuk hingga permen. Temuan produk kedaluwarsa tidak banyak didapati di retail, tapi di gudang-gudang penyimpanan.

“Kami lebih banyak temukan di gudang-gudang penyimpanan, itu harus dimusnahkan atau dikembalikan,” katanya.

Rahim tak menampik, selain di Kota Palopo, produk pangan yang lewat masa konsumsinya juga banyak ditemukan di Kota Makassar.

Data BPOM Sulsel hingga 18 Desember 2019, ditemukan 80 item produk dengan rincian 58 item rusak, 5 item kedaluwarsa, 8 item makanan tanpa izin edar, dan 9 item produk tanpa memenuhi ketentuan.

Dari temuan tersebut, konsumen harus teliti dalam berbelanja. Konsumen harus mengecek masa expired (kedaluwarsa) sebelum memutuskan untuk membeli. Sebab pangan yang expired bisa berdampak buruk terhadap kesehatan. (so/*)

Leave a Reply