Basah Kuyup Akibat Kehujanan, Lakukan Ini Agar Tidak Sakit

Ilustrasi seorang wanita basah kuyup akibat kehujanan.

Terjebak dalam hujan dan tetap memakai pakaian yang basah kuyup akan mengakibatkan tubuh jadi kedinginan. Kondisi ini memungkinkan virus di tubuh akan berkembang cepat.

NEWSURBAN.ID – Menjadi basah dan kedinginan dalam waktu yang cukup lama bisa menyebabkan tubuh jadi sakit dan masuk angin. Perlu kamu ketahui, saat cuaca dan suhu tubuh dingin, virus pun akan berkembang. Itulah sebabnya kesehatan tubuh dapat terganggu saat cuaca dingin di musim hujan.

Gangguan pilek, demam, pusing, hingga batuk yang sering terjadi di musim hujan disebabkan oleh virus dan bakteri yang semakin berkembang di cuaca dingin terutama setelah kehujanan. Itulah sebabnya setelah hujan orang akan lebih mudah sakit. Untuk menghindari sakit setelah kehujanan, coba lakukan empat hal berikut ini:

1. Segera Ganti Baju yang Basah
Tanpa perlu menunda-nunda, saat sampai di rumah, segeralah ganti baju yang basah akibat kehujanan. Meskipun baju tidak basah, lebih baik segera ganti agar tidak kedinginan. Ini supaya virus dan bakteri yang menempel di baju tidak menyebabkan penyakit di tubuh.

2. Mandi dengan Air Hangat
Virus dan bakteri yang berkeliaran saat hujan kemungkinan juga hinggap di tubuh. Maka dari itu, segeralah mandi dengan air hangat untuk membersihkannya. Mandilah dengan membasahi rambut hingga ujung kaki. Setelah mandi, keringkan tubuh, terutama bagian rambut. Rambut yang basah dapat menyebabkan tubuh kedinginan dan pusing.

3. Konsumsi Makanan dan Minuman Hangat
Setelah mandi, tubuh akan merasa lebih nyaman. Akan lebih baik lagi jika kamu segera mengonsumsi minuman atau makanan hangat. Setidaknya cobalah minum teh panas yang dicampur madu dan lemon. Tidak hanya membuat tubuh lebih hangat dan nyaman, madu dan lemon mengandung vitamin C yang dapat mencegah flu.

4. Lakukan Stretching Ringan
Saat terjebak hujan, tubuh akan kedinginan dan mungkin menyebabkan tubuh menggigil dan kaku. Cobalah untuk melakukan sedikit peregangan ringan untuk merilekskan tubuh yang kaku. Stretching juga dapat membuat tubuh menjadi lebih hangat dan memperlancar aliran darah.
Dampak Cuaca Dingin pada Virus dan Sistem Kekebalan Tubuh

Pada cuaca dingin, rhinovirus dapat bereplikasi lebih cepat pada suhu yang lebih rendah dari 37 derajat Celsius, yang merupakan suhu rata-rata inti tubuh manusia. Suhu di dalam rongga hidung adalah sekitar 33 derajat Celsius yang dapat membuatnya menjadi tempat berkembang biak ideal bagi rhinovirus.

Virus influenza yang menyebabkan flu juga dapat bertahan dan menyebar lebih mudah saat udara dingin dan kering. Selain itu, cuaca dingin dapat memengaruhi respons imun seseorang yang membuat tubuh lebih sulit untuk melawan infeksi. Alasannya karena berkurangnya kadar vitamin D akibat berkurang pula paparan sinar matahari. Vitamin D berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh.

Di sisi lain, suhu rendah dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Menghirup udara dingin dan kering membuat pembuluh darah di saluran pernapasan bagian atas menyempit untuk menghemat panas. Ini dapat mencegah sel-sel darah putih mencapai selaput lendir, membuatnya lebih sulit bagi tubuh untuk melawan kuman.

Itulah mengapa saat musim hujan dan cuaca dingin, sebaiknya kamu lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan. Jika terjadi gangguan kesehatan yang diakibatkan cuaca dingin, kamu bisa bertanya pada dokter. (*)

Leave a Reply