Realisasi Investasi Kaltara Capai Rp6 Triliun Sepanjang 2019

Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie

Dari rencana investasi Rp31,3 triliun untuk 266 proyek, sepanjang 2019 terealisasi Rp6 triliun sepanjang 2019.

TANJUNG SELOR – Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie mengatakan, capaian realisasi investasi di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sepanjang 2019 berkisar Rp6 triliun lebih. Total rencana investasi Rp31,3 triliun dengan jumlah proyek 266 unit.

Menurut Irianto, sesuai data proyeksi rencana dan realisasi investasi Provinsi Kaltara Tahun 2019 yang dirilis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kaltara, Kamis (26/12).

Dia menjelaskan, secara garis besar, pada triwulan IV 2019 (hingga 20 Desember), jumlah proyek yang direalisasikan sebanyak 69, terdiri atas 49 proyek bersumber dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dan 20 proyek Penanaman Modal Asing (PMA).

“Melihat kondisi yang ada, saya optimis pertumbuhan investasi di Kaltara akan terus meningkat. Ini sejurus dengan prakiraan pertumbuhan ekonomi Kaltara yang meningkat pada tahun depan,” jelas Irianto dikutip website resmi Provinsi Kalimantan Utara, Jumat (27/12).

Irianto mengungkapkan, sesuai analisa Bank Indonesia (BI), pada 2020 pertumbuhan ekonomi Kaltara akan sangat dipengaruhi pertumbuhan investasi. “Jadi, BI menganalisis bahwa pertumbuhan ekonomi Kaltara akan tumbuh meningkat dibandingkan 2019 dengan range sebesar 7,18 hinggga 7,58 persen (yoy). Pertumbuhan ini diperkirakan bersumber dari berbagai lapangan usaha utama di Kaltara,” urai Gubernur.

Dia menyebutkan, lapangan usaha konstruksi diperkirakan mengalami pertumbuhan tertinggi. Hal itu didorong oleh adanya percepatan realisasi investasi pembangunan PLTA Sei Kayan yang telah memasuki tahap I untuk proyek sebesar 900 megawatt. Lalu, dimulainya rencana konstruksi 2 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) baru di wilayah Kaltara, kelanjutan pembangunan jalan perbatasan Malinau-Krayan, serta pembangunan beberapa gedung dan sarana perkantoran di wilayah Kaltara oleh beberapa instansi.

Bukan hanya itu. Irianto mengutip analisis BI, juga memproyeksi pertumbuhan ekonomi Kaltara akan ditopang oleh lapangan usaha industri pengolahan. Selain didukung oleh kondusifnya sisi suplai (prakiraan cuaca cukup baik), outlook harga CPO mendorong tingginya produksi CPO.

“Meskipun proyeksi harga komoditas stagnan pada 2020 sebesar USD 575 per kilogram oleh World Bank dalam CMO. Namun terdapat beberapa insentif yang dilakukan oleh pemerintah seperti insentif pajak ekspor dan penerapan B30 di 2020 akan meningkatkan serapan CPO domestik, dan menjaga kinerja industri kelapa sawit untuk tetap kuat,” ulas Irianto.

Selain itu, lapangan usaha perdagangan juga turut memberikan andil pertumbuhan sejalan dengan peningkatan pendapatan masyarakat pada tahun depan.

Di tempat terpisah, kepala DPMPTSP Kaltara Risdianto menjelaskan, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), peluang investasi tahun depan, memang cukup mengandalkan realisasi investasi PLTA di Kaltara. “Untuk PLTA Kayan, total investasi pembangunan Bendungan Kayan I sampai dengan V sekitar Rp 280 T,” kata Risdianto.

Adapula proyek besar lain yang akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Kaltara pada tahun depan. Seperti, pembangunan Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning, dan pembangunan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor. “Insya Allah, investasi di Kaltara akan mengalami kenaikan yang signifikan dari tahun ke tahun,” tutup Risdianto.(humas/adi/*)

Leave a Reply