Tersangka, KPK Minta Harun Menyerahkan Diri

KPK memperlihatkan barang bukti yang diamankan dari operasi tangkap tangan komisioner Wahyu Setiawan dan rekan. (Biro Humas KPK)

Dari delapan orang yang diamankan dalam OTT Komisioner KPU, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka.

4 Tersangka OTT Komisioner KPU
JAKARTA, NEWSURBAN.ID – Komisioner KPK Lili Pintauli Siregar mengatakan, selain Wahyu Setiawan (WSE), KPK juga menetapkan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang juga orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF) sebagai tersangka penerima suap.

Lili menjelaskan, dalam OTT ini, KPK juga menetapkan dua tersangka sebagai pemberi suap, yaitu Politisi PDI-P Harun Masiku (HAR), dan pihak swasta bernama Saeful (SAE).

Seperti diketahui, empat tersangka tersebut terjaring dalam operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Depok, dan Banyumas. Mereka diduga terkait dengan penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024.

Lili mengakui, dalam operasi tangkap tangan tersebut, KPK mengamankan 8 orang yang salah satunya adalah Komisioner Komisi Pemilihan Umum.

Setelah melakukan pemeriksaan dan sebelum batas waktu 24 jam sebagaimana diatur dalam KUHAP, dilanjutkan dengan gelar perkara, KPK menyimpulkan adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi menerima hadiah atau terkait penetapan anggota DPR-RI Terpilih tahun 2019-2024.

Menurut Lili, tersangka Wahyu Setiawan dan Agustiani Tio Fridelina disangkakan sebagai penerima, dua tersangka lain yakni Harun Masiku dan Saeful disangkakan sebagai pemberi. Harun melalui Saeful diduga memberi sejumlah uang untuk Wahyu Setiawan melalui Agustiani Tio Fridelina terkait dengan penetapan anggota DPR Pengganti Antar Waktu 2019-2024.

Sebagai penerima para tersangka disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebagai pemberi para tersangka disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

KPK juga meminta tersangka Harun Masiku segera menyerahkan diri ke KPK dan pada pihak lain yang terkait dengan perkara ini agar bersikap koperatif.

KPK berharap masyarakat dapat mengawal proses penanganan perkara ini karena dugaan tindak pidana korupsi yang sedang ditangani ini terkait dengan aspek mendasar dalam proses demokrasi yang sedang kita jalani. *

Leave a Reply