Rakernas PDIP, Mega Puji dan Kritik Kader

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat pembukaan Rakernas I PDI Perjuangan di Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Pidato Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengecam kader partai yang hanya mencari keuntungan pribadi. Sebaliknya Mega memuji sejumlah kepala daerah kader PDIP yang menjalankan tugas partai dengan baik.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, mengecam keras kader PDIP yang hanya mencari untung pribadi, namun merugikan partai. Bahkan, ia mempersilahkan kader tersebut untuk angkat kaki dari PDI Perjuangan.

Hal ini dikatakannya saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Tahun 2020 PDIP Perjuangan di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020)

“Jangan berhitung untung-rugi untuk kerja politik! Jangan cari keuntungan pribadi atau kelompok dari tugas ideologis ini! Pidato politik ini…. Dengar! Pidato politik ini adalah instruksi langsung dari ketua umum bagi seluruh kader PDI Perjuangan,” tegas Megawati dalam pidato politiknya.

“Saya tidak akan melindungi kader yang tidak taat terhadap instruksi partai! Saya akan menggebrak kalian seperti biasanya berkali-kali agar sadar terhadap tugas ideologis kita. Jika tidak siap, silakan kalian pergi! Keluar dari PDI Perjuangan,” imbuhnya.

Namun, dalam kesempatan yang sama Mega memuji kader PDI Perjuangan yang dianggap sukses dalam menjalankan tugas partai sebagai kepala daerah, baik sebagai gubernur maupun walikota atau bupati.

Mereka yang disebut namanya oleh Mega yakni, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Bupati Banyuwangi Azwar Anas dan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta.

Megawati pun meminta kadernya bekerja nyata untuk rakyat, bangsa dan negara seperti yang dilakukan para kepala daerah yang sukses membangun daerahnya dengan baik, berbakti pada rakyatnya.

“Bagi mereka yang belum melakukan hal itu, bergegaslah mengikuti teman-teman lain yang telah dapat melakukan daerahnya menjadi daerah-daerah unggulan,” pesan Mega.

Presiden kelima Indonesia ini pun meminta jajarannya untuk menghentikan wacana politik, merumuskan politik legislasi, politik anggaran, politik pengawasan, serta merumuskan pembangunan lima prioritas industri nasional. *