Polres Tarakan Sita Daging Impor Ilegal Asal Tawau

Daging impor asal Tawau Malaysia disita Polres Tarakan. (int)

Polres Tarakan menyita daging impor ilegal seberat 1,48 ton. Daging asal Tawau Malaysia itu sudah siap dijual ke pasar.

TARAKAN, NEWSURBAN.ID – Kasat Reskrim Polres Tarakan AKP Guntar Arif Setiyoko menuturkan, daging ilegal ini diamankan di Jalan Hasanuddin, Kelurahan Karang Anyar Pantai.

“Begitu dapatkan informasi, kita langsung ke lokasi dan didapati mobil merek Avanza, sedang membawa puluhan karung daging ilegal di bagasi belakang,” ujarnya, Selasa (21/1/2020).

Pemilik daging ilegal ini, IK, mengaku baru saja mengangkut daging ini dari dermaga tradisional, pinggir sungai yang ada di ujung Jalan Hasanuddin. Polisi langsung menuju ke lokasi tersebut dan didapati sebagian daging ilegal yang belum terangkut.

“Kan ditangkap di jalan. Waktu kita cek ke ujung jalan sungai itu, ternyata speedboat yang digunakan untuk mengangkut daging sudah tidak ada. Ya cuma puluhan kotak yang belum diangkut itu saja,” tuturnya.

Pemilik daging mengaku, daging itu akan dibawa pulang ke rumahnya sebelum dijual ke pasaran.

Pelaku, IK, diduga sudah lama menjalankan bisnis daging ilegal. Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui IK selalu mendatangkan daging ilegal dari Tawau melalui jalur Sebatik.

Sedangkan speedboat hanya disewa untuk mengangkut daging ke Tarakan. “Dia (IK) memang pedagang daging ilegallah di Tarakan,” sebutnya.

Penyidik saat ini masih melakukan pemeriksaan ahli, dari Balai Karantina Pertanian. Sedangkan IK sudah diamankan, namun tidak dilakukan penahanan. Rencananya pekan ini juga penyidik akan melakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka IK, setelah pemeriksaan ahli selesai dilakukan.

Guntar menuturkan, penetapan tersangka setelah dua alat bukti cukup. “Daging sitaan sementara kita titipkan di freezer Balai Karantina, sedangkan mobil milik terduga yang digunakan mengangkut kita sita,” jelasnya.

Sementara Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Tarakan, Iptu Muhammad Aldi menambahkan, masyarakat sekitar Jalan Hasanuddin ini memang mencurigai kegiatan yang rutin dilakukan IK. Seperti mengambil barang dalam karung dari speedboat di pinggir sungai.

“IK kami amankan bersama satu orang keluarganya. Kalau keterangan keluarga IK, cuma disuruh mengendarai mobil, mengantar barang, tapi mengaku tidak tahu barang yang dibawa apa. Menurut keterangannya, kegiatan ini sudah berkali-kali. Arahnya nanti ke Undang-Undang Karantina,” tegasnya.

Masih adanya impor ilegal itu disayangkan. Sebab, pemerintah sudah membuka jalur impor daging, melalui pelabuhan resmi yang dikelola Bulog. Namun, pemasukan daging ilegal masih saja terjadi dari Tawau, Malaysia melalui jalur Pelabuhan Sungai Nyamuk di Sebatik, Nunukan.

Dari operasi itu, Unit Tipiter Sat Reskrim Polres Tarakan menyita 1,48 ton daging beku ilegal merek Alana yang terbungkus dalam 80 kotak. Kotak berisi daging itu, dikemas lagi dalam puluhan karung agar tak mencolok. (adi/*)

Leave a Reply