Bangkitkan Wisata Alam Melalui “Salena The Green Peak of Palu City”

Walikota Palu Drs Hidayat M.Si didampingi Kepala Dinas Sosial Kota Palu menghadiri "Salena The Green Peak of Palu City" di Ekotourism Puncak Salena Kelurahan Buluri Palu Sabtu malam (25/1/20). (humas)

Stakeholder bersama Pemerintah Kota Palu bahu-membahu membangkitnya wisata alam melalui. Salah satunya melalui “Salena The Green Peak of Palu” di Puncak Salena. Event wisata ini, diikuti sekitar 500 anak muda Kota Palu berkemah, menikmati sejuknya udara dan indahnya pemandangan alam terbuka Puncak Salena sebagai salah mutiara Kota Palu.

Peserta “Salena The Green Peak of Palu City” di Ekotourism Puncak Salena Kelurahan Buluri Palu Sabtu malam (25/1/20). (husmas)

PALU, NEWSURBAN.ID – Walikota Palu Hidayat bersama Kepala Dinas Sosial ikut merasakan kesejukan dan keindahan Bukit Salena, tempat “Salena The Green Peak of Palu” dihelat, Sabtu malam (25/1/20).

Walikota dalam sambutannya, mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta yang berjumlah sekitar 500 orang di kawasan yang merupakan salah satu mutiara di kota Palu untuk saling bersilaturahmi.

“Saya harapkan generasi muda perbanyak silaturahmi. Dengan hal itu, Insya Allah Kota Palu akan aman dan tidak ada pertikaian-pertikaian,” kata Hidayat.

Menurut Hidayat, tahun ini pihaknya akan menyelesaikan pengaspalan jalan sampai ke Puncak Salena. Kawasan ini, mulai dikembangkan sejak tahun 2018, sebagai lokasi kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran, dan pendidikan.

Hidayat menyatakan, dalam membangun Kota Palu, dirinya berusaha memaknai secara filosofis ucapan Presiden RI pertama, Ir. Soekarno yakni “Palu merupakan rangkaian mutiara di khatulistiwa” saat datang ke Kota Palu untuk pertama kalinya.

Kemah peserta “Salena The Green Peak of Palu City” berjejer indah di Ekotourism Puncak Salena Kelurahan Buluri Palu Sabtu malam (25/1/20). (husmas)

“Ada dua rangkaian mutiara itu yang saya coba terjemahkan, yakni rangkaian kehidupan sosial orang Kaili yang menjunjung tinggi nilai toleransi, kekeluargaan, dan kegotongroyongan serta ada rangkaian alam yang indah,” katanya.

Nilai-nilai tersebut, lanjut Hidayat, harus dijaga dan dirawat oleh pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat agar tidak terjadi lagi perkelahian antardaerah di setiap kelurahan seperti yang terjadi beberapa tahun silam.

Lebih lanjut, Hidayat mengatakan, selain Puncak Salena, Pemerintah Kota Palu juga sedang berupaya mengungkap mutiara-mutiara lain yang ada di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah tersebut. Beberapa di antaranya Uwentumbu, Hutan Kota Kaombona, serta penanaman berbagai macam buah-buahan di bagian Utara Kota Palu.

“Palu ini kita harapkan menjadi kota destinasi. Untuk mewujudkan itu ada 5 persyaratan dasarnya yakni kebersihan, ketertiban, keindahan, kenyamanan, dan keamanan. Makanya kita bentuk Satgas K5 di setiap kelurahan,” ungkap Walikota.

Baca Juga:

  1. Porseni Pesona Marombanga Marisi Pertandingkan Olah Raga Tradisional
  2. Bangun Hutan Kota, Hidayat Bilang Akan Jadi Icon Sulteng

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Palu bersama beberapa organisasi mahasiswa dan masyarakat di Kota Palu ini mengangkat tema “Melestarikan Kearifan Lokal dan Keindahan Salena” dengan berbagai rangkaian kegiatan seperti penanaman pohon, penampilan kesenian, pameran, games, dan ekowisata Salena. (yusuf/*)