Tak Hadir, 238 Peserta Tes CPNS Dicoret

Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman memantau pelaksanaan tes SKD hari ketiga, Kamis (30/1/20). (infokom)

Sampai hari ketiga Tes SKD CPNS sebanyak 238 orang tidak hadir tanpa keterangan. Peserta tersebut dinyatakan gugur atau dicoret.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di UPT Potensi dan Kompetensi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Selatan berjalan lancar. Hari ketiga tes, Kamis (30/1/20) terdapat 238 peserta yang dicoret karena tak hadir.

Kepala Bidang Perencanaan dan Informasi Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulsel, Taufik Akbar mengatakan, hingga tiga hari pelaksanaan tes SKD semuanya berjalan baik dan lancar tanpa adanya hambatan.

“Alhamdulillah hingga hari ketiga tes SKD ini tidak ada hambatan mulai jaringan, laptop maupun lainnya. Dengan nilai Passing grate tertinggi 404 atas nama Gusmawan, untuk formasi Analisis Penataan Kawasan di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulsel,” ungkap Taufik dikutip wabsite resmi Pemprov Sulsel, Kamis (30/1/20).

Baca:

Meski berjalan lancar, Taufik menyebutkan, sampai hari ketiga Tes SKD CPNS sebanyak 238 orang tidak hadir tanpa keterangan sehingga dinyatakan gugur.

“Hari pertama yang tak hadir 136 orang, hari kedua 102 orang sehingga total 238 orang. Semuanya lansung otomatis dinyatakan gugur,” kata Taufik.

Dia mengatakan hingga saat ini belum ada laporan CPNS yang sakit, hanya ditemukan beberapa yang terlambat dengan berbagai alasan. “Sampai saat ini kami belum temukan laporan CPNS yang sakit, hanya beberapa orang yang terlambat. Tapi kami pada prinsipnya setelah dimulai tes sudah tidak bisa lagi mengikuti ujian,” jelasnya.

Demi kelancaran tes, pengamanan tes SKD bagi CPNS melibatkan aparat kepolisian dan Satpol PP Provinsi Sulsel, di mana dari proses di lantai dasar sudah dilakukan pemeriksaan fisik, kemudian masuk ke ruang registrasi lantai empat dicap di tangan, sehingga ketahuan yang keluar masuk.

“Sistem ini diterapkan sebagai bagian dari antisipasi adanya calo,” ujarnya. *

Leave a Reply