Saat Itu Kami Blank! Hidayat Teringat Saat Gempa Mengguncang Palu

Walikota Palu Hidayat menceritakan pengalamannya saat gempa mengguncang Kota Palu dan sekitarnya 28 September 2018. Kenangan itu diceritakan dalam forum Rapat Koordinasi Pentingnya Kepemimpinan Kolaboratif dalam penanganan bencana yang diselenggarakan oleh Basarnas di Vila Sutan Raja, Jumat, 7 Februari 2020. (humas/yusuf)

Saat itu, kami blank! Walikota Palu Hidayat menceritakan kejadian 28 September 2018, gempa dahsyat datang begitu cepat meluluhlantakkan Kota Palu dan sekitarnya.

PALU, NEWSURBAN.ID – Walikota Palu Hidayat mengungkapkan kejadian 28 September 2018 saat menghadiri Rapat Koordinasi Pentingnya Kepemimpinan Kolaboratif dalam penanganan bencana yang diselenggarakan oleh Basarnas di Vila Sutan Raja, Jumat,
7 Februari 2020.

Forum itu dihadiri Deputi Basarnas Bidang Bina Tenaga dan Potensi Abdul Haris Achadi, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Mohammad Hidayat Lamakarate, Danrem 132 Tadulako Kol Inf Agus Sasmita, dan Wakil Bupati Donggala Mohammad Yasin.

Di forum itu, Walikota Hidayat mendapat kesempatan untuk menceritakan pengalamannya saat bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi yang terjadi di Kota Palu pada 28 September 2018 silam.

Klik >>> Bangkitkan Wisata Alam Melalui “Salena The Green Peak of Palu City”

“Saat itu kami ‘blank’ tidak tau mau berbuat apa. Yang ditolong pertama adalah pengungsi yang berada di halaman kantor Wali kota dan mereka belum makan dari malamnya setelah bencana. Akhirnya kita berkoordinasi dengan Alfamidi di depan Rumah Sakit Wirabuana,” ujar Walikota.

Menurut Walikota, beberapa hari pascabencana lalu, aparat keamanan tidak bisa berbuat apa-apa karena memang masyarakat saat itu tidak bisa dikendalikan untuk memenuhi kebutuhannya.

Sementara Sekprov Hidayat Lamakarate, menyatakan peristiwa 28 September 2018, mesti jadi pembelajaran untuk menetapkan suatu model organisasi kepemimpinan darurat karena bangsa Indonesia hidup di atas potensi bencana yang sangat besar. “Agar ketika bencana, sistem ini bisa langsung bekerja supaya perangkat kepemimpinan tidak lumpuh di saat darurat,” harap Sekprov.

Senada Deputi Basarnas Abdul Haris juga mengatakan, perlunya model kepemimpinan kolaboratif selama masa tanggap darurat dan proses pencarian dan pertolongan korban.

Olehnya agar benar-benar terwujud maka ego sektoral instansi masing-masing harus disampingkan terlebih dahulu. “Memang baju Kita beda tapi hati Kita satu untuk kemanusiaan. Supaya orientasi Saya berganti jadi Kita,” jelasnya.

Peserta Forum Rapat Koordinasi Pentingnya Kepemimpinan Kolaboratif dalam penanganan bencana yang diselenggarakan oleh Basarnas di Vila Sutan Raja, Jumat,
7 Februari 2020. (humas/yusuf)

Klik >>> Walikota Harap Palu Masuk 10 Besar Pilot Project CRIC

(yusuf/*)

One thought on “Saat Itu Kami Blank! Hidayat Teringat Saat Gempa Mengguncang Palu

  1. Pingback: Diresmikan, Masjid Al-Ihsan Duyu Bantuan Warga Kota Samarinda | Newsurban

Leave a Reply