Tim Predator Jatim Park Mulai Mendeteksi Buaya Berkalung Ban di Sungai Palu

Walikota Palu Drs Hidayat M.Si menjamu Tim Predator dari Jatim Park Senin malam (10/2/20). Tim ini melaporkan kegiatannya sebelum beraksi untuk menyelamatkan buaya yang terlilit ban motor di Sungai Palu. (yusuf/humas)

Setelah tiba di Kota Palu, Tim Predator dari Jatim Park bersama personil Damkar dan Penyelamatan, Selasa (11/2/20) melakukan pemantauan dan observasi lapangan di sepanjang Sungai Palu.

PALU, NEWSURBAN.ID – Tim predator dari Jatim Park tiba di Kota Palu, Senin malam (10/2/20). Sebelum beraksi menyelematkan predator buaya yang terlilit ban sepeda motor di Sungai Palu, tim ini dijamu Walikota Palu Hidayat, didampingi Kadis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palu Sudaryano Lamangkona.

Usai bertemu walikota, Sudaryano mengatakan, selain bersilaturahim dengan walikota palu, tim ini juga berkesempatan silaturahim dengan Gubernur Sulteng H Longky Djanggola, dan Kepala BKSDA Sulawesi Tengah H Hasmuni Hasmar.

Kedatangan mereka yang berjumlah 3 orang, atas inisiasi yang difasilitasi oleh Wali Kota Batu dan Wali Kota Palu setelah sebelumnya dilakukan koordinasi dalam upaya penyelamatan buaya yang terlilit ban.

Saat menjamu Tim Predator dari Jatim Park, Walikota Palu berharap agar tim ini dapat membantu penyelamatan buaya yang sudah lama terlilit ban. “Mudah-mudahan dengan hadirnya Tim Predator bisa menjadi solusi atas kelangsungan hidup hewan reptil di sungai Palu,” harap Hidayat.

Sementara Kepala BKSDA Sulawesi Tengah H Hasmuni Hasmar mengatakan, pada prinsipnya mereka menerima siapa saja dan lembaga mana saja yang mau ikut berpartisipasi dalam penyelamatan satwa di daerah ini, khususnya buaya terlilit ban.

Klik >>> Tim Predator Jatim Park Segera ke Palu Selamatkan Buaya yang Terlilit Ban Motor

Hanya dia berharap tim perlu menempuh prosedur sebagaimana yang telah ditetap dalam peraturan dan perundang-undangan tentang Konservasi SDA. “Tim predator harus mendapatkan izin dulu dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk legalitas dalam melakukan kegiatan penyelamatan buaya berkalung ban agar kami juga bisa ikut bertanggung jawab jika sewaktu-waktu terjadi risiko”, ujarnya.

Hasmuni juga mengatakan, sambil menunggu izin tertulis dari kementerian, pihaknya mempersilakan kepada Tim Predator dari Jatim Park untuk melakukan observasi awal untuk melihat dan mempelajari situasi sekitar sungai Palu terkait keberadaan buaya berkalung ban.

“Kami juga memfasilitasi pertemuan dengan Gubernur Sulawesi Tengah. Prinsipnya Pak Gubernur menyambut baik kehadiran tim yang akan berpartisipasi untuk penyelamatan buaya berkalung ban di Sungai Palu, sepanjang telah
dilakukan koordinasi dengan instansi terkait dan mempunyai kewenangan dibidang perlindungan marga satwa,” tuturnya. (yusuf/*)

Leave a Reply