Merespons Harga Tak Stabil, Kadin Nunukan Temui Pedagang Pasar

Ketua Kadin Nunukan Irsal turun ke pasar menemui pedagang untuk mengetahui penyebab harga beberapa kebutuhan pokok tidak stabil. (adi/ist)

Informasi sejumlah kebutuhan pokok yang tak stabil, direspons Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Nunukan dengan menemui langsung pedagang. Di pasar, ada yang harganya anjlok dan ada yang melonjak. Situasi itu, tidak menguntungkan baik pedagang maupun konsumen.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID – Ketua Kadin Nunukan Irsal mengatakan, beberapa hari ini, dia mendapat informasi soal harga bahan kebutuhan pokok di pasar yang tidak stabil. Informasi itu kemudian direspons dengan menemui pedagang dan melakukan wawancara dengan pedagang.

Klik >>> Dishub Nunukan Undang Pihak Terkait Bahas Aturan Kapal Sungai dan Penyeberangan

“Kemarin kami dapat informasi keluhan dari beberapa pedagang penjual ayam lapak yang mana harga mereka sudah sangat menurun. Ada ayam yang dijual dengan harga yang sangat murah yaitu Rp28 ribu per kilogram. Sementara harga ayam yang kami ketahui, masih stabil di angka Rp38 ribu sampai Rp40 ribu per kilogram,” katanya.

Beredarnya kabar terkait harga yang tak stabil membuat dia turun langsung menemui pedagang. “Dari informasi inilah menjadi dasar kami untuk turun ke lapangan dan mengecek lagsung harga di lapak yang berada di beberapa pasar di Nunukan,” katanya.

Kunjungan ke lapangan ia menemukan ada pedagang yang menjual sampai Rp28 ribu per kilogram. “Iya benar saja, ternyata harga yang ada di beberapa pasar itu berbeda-beda harganya,” katanya.

Di Pasar Yamaker, dia menemui beberapa pedagang dan mengaku harga ayam ada yang Rp28 ribu per kilogram, tapi itu ayam yang sudah besar. “Artinya sudah melebihi masa panen, jadi mereka jual dengan harga murah, karena kalau tidak dijual murah ayam makin besar dan sudah tidak akan laku lagi,” ungkapnya.

Irsal pun mengatakan dari fakta yang ia temukan, harga ayam yang sudah melebihi pasa panen yang dijual murah. Sementara ayam yang dipanen sesuai waktu, tetap dijual harga standar Rp35 ribu hingga Rp38 ribu,” jelasya.

Dari percakapannya dengan beberapa pedagang, Kadin mencoba mendalami. Dari seorang pedagang ayam, bahwa banyak ayam yang melewati masa panen karena belum ada kontrol soal usia bibit ayam (DOC/day one chicken atau ayam usia sehari). Pedagang itu berharap Pemerintah Kabupaten Nunukan bisa mengontrol DOC yang masuk ke Nunukan agar tidak merugikan peternak dan pedagang ayam.

Irsal juga mencari informasi mengenai harga rempah-rempah, khususnya bawang merah dan bawang putih yang harganya naik hingga 50 persen.

Biasanya, harga bawang merah kisaran Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram. Saat ini, berkisar Rp50 ribu per kilogram. Sementara bawang putih, dari harga Rp25-30 ribu per kilogram, naik menjadi Rp45 per kilogram.

“Harapan kami dari Kadin Nunukan semoga semua instansi terkait masalah perdagangan, untuk turun agar mengetahui masalah-masalah yang dihadapi pedagang,” kata Irsal. (adi/*)

2 thoughts on “Merespons Harga Tak Stabil, Kadin Nunukan Temui Pedagang Pasar

  1. Pingback: Senator Hasan Basri Siap Kawal Bantuan Kementan di Kalimantan Utara | Newsurban

  2. Pingback: Pelaksanaan Salat Idulfitri, Kemenag Tunggu Keputusan Pemkab Nunukan | Newsurban

Leave a Reply