Tak Mau Hura-hura, Ikatan Pelajar Muhammadiyah Nunukan Gelar Dialog di Hari Valentine

Ikatan Pelajar Muhammadiyah Nunukan memilih menggelar dialog saat Valentine Day's. (adi/humas)

Ikatan Pelajar Muhammadiyah Nunukan memilih melakukan diskusi dibanding pesta pada hari kasih sayang (valentine day’s). Kegiatan itu, sebagai upaya untuk mengajak milenial lebih berpikir dan berperilaku positif dalam menyikapi sebuah momentum.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID – Sedikitnya 66 siswa SMA/SMK sederajat tergabung dalam kegiatan ikatan pelajar Muhammadiyah Nunukan, menggelar dialog Pelajar Valentine day’s 2020 bertemakan “Menggeneralisasi pola pikir pelajar muslim tentang konsep kasih sayang dalam manisnya cokelat”, di lantai V kantor Bupati Nunukan, Kamis (13/02).

Dalam kegiatan dialog tersebut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra yang mewakili Bupati Nunukan, Kepala Perwakilan Dinas Provinsi Kaltara, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Nunukan, Ketua Pimpinan daerah Muhammadiyah Nunukan, Ikatan pelajar Muhammadiyah, dan para peserta dialog.

Baca:

Dalam Kegiatan tersebut, Muhammad Amin, SH. Selaku yang mewakili Bupati Nunukan menyampaikan sambutan bahwa pada tanggal 14 februari dikenal dengan nama hari valentine day’s yang mana pada hari itu akan dijadikan momentum saling menyampaikan rasa kasih dan sayang yaitu berupa perayaan pesta, saling memberikan kartu ucapan, saling membagikan hadiah cokelat dan lain-lain.

Namun sangat disayangkan, dalam sambutannya bahwa momentum hari valentine selalu di jadikan ajang percintaan kaum laki-laki dan kaum perempuan dengan dalil wujud kasih sayang terhadap hal-hal yang menjurus ke perbuatan maksiat dan pelanggaran hal yaitu perzinaan.

“Saya berharap semoga dalam dialog nanti para peserta yang pada umumnya adalah siswa atau siswi SMA yang selalu menyambut hari Valentine dengan eforia penyambutan senang dan gembira akhirnya dapat mengambil kesimpulan yang terbaik karena saya yakin kalian semua dapat memilih dan memilah mana yang baik dan mana yang benar,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini juga Drs. H. Halisa sebagai Ketua pimpinan daerah Muhammadiyah Nunukan menyampaikan dalam kegiatan dialog valentine bahwa bercerita tentang valentine yang merupakan budaya barat dan yang pasti islam sangat tegas melarang melaksanakan atau merayakan hari Valentine ini karena merupakan ajaran yang tidak sesuai dengan konsep Islam.

“Islam telah menggariskan tentang kasih sayang Allah sudah jelas dalam Al-Qur’an bahwa kita harus saling mencintai. Bahkan Rasulullah SAW bersabda bahwa kalian tdk akan masuk surga sebelum kalian saling mencintai. Tetapi hal ini bukanlah arti saling mencintai secara bebas namun dalam Islam ada aturannya. Banyak masyarakat muslim yang tidak paham sehingga ikut-ikutan dalam merayakan hari valentine. Oleh karena itu saya berharap kepada seluruh pelajar Muslim untuk tidak ikut-ikutan merayakan hari valentine karena ini merupakan budaya barat yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam,” jelasnya.

Akmal sebagai ketua ikatan pelajar muhammdiyah menyampaikan bahwa tujuan di adakannya kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi dengan siswa/i dari beberapa sekolah SMA sederajat yang ada di Nunukan dan membuka wacana berfikir para pelajar di Nunukan sehingga menghasilkan pelajar yang kritis dan dapat mempersiapkan diri dengan bekal agama dlam menghadapi era globalisasi saat ini. Terutama dalam menyikapi budaya barat yang masuk di indonesia, misalnya dalam merayakan hari valentine.

“Semoga kegiatan dialog pelajar valentine day’s ini mampu memberikan persepsi kita tentang kasih sayang yang benar, benar-benar sesuai dengan syariat Islam,” tutur Akmal. (hms/adi/*)

Leave a Reply