Elektabilitas PDI Perjuangan Jauh di Atas Parpol Lain

Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari, memaparkan hasil survei Road To Capres dan Parpol 2024, di Jakarta, Minggu (23/2/20). (ist)

Hasil survey PRC, PPI, dan Indo Barometer awal Februari 2020 menempatkan elektabilitas PDI Perjuangan di urutan teratas, jauh meninggalkan partai politik lainnya.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID – Hasil survei Politika Research and Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI) awal Februari 2020, sebanyak 27,2 persen responden memilih PDI Perjuangan√.

“Kalau hari ini (saat survei) dilaksanakan pemilu, PDI Perjuangan jadi yang pertama, disusul Golkar, Gerindra, PKB, PKS, dan seterusnya,” kata Direktur Eksekutif PPI, Adi Prayitno dalam acara rilis survei di Jakarta, Minggu (23/2/2020).

Ketua DPP PDIP, Eriko Sotarduga, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat atas torehan PDIP. “Berarti apa? Ternyata masyarakat masih menghargai PDIP,” kata Eriko.

Baca:

Pada kesempatan yang sama, Juru Bicara (Jubir) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Indra, bersyukur partainya meraih 6,5 persen dalam survei tersebut.

“Skor PKS itu rata-rata hanya 2 persen hingga 3 persen, tapi saat pileg hasilnya 9 persen. Jadi kalau sekarang kami dapat 6,5 persen, ini kepercayaan luar biasa dari publik. Harus kami jaga. Kami optimistis pileg nanti hasilnya bisa jadi 15 persen,” kata Indra.

Survey Indo Barometer pun menempatkan
PDI Perjuangan tetap menjadi parpol yang paling banyak mendapat dukungan publik hingga saat ini.

Sebanyak 24,8 persen responden memilih parpol besutan Megawati Soekarnoputri. Hal itu terungkap melalui hasil survei yang dilaksanakan lembaga Indo Barometer yang diumumkan di Jakarta, Minggu (23/2/2020).

Politikus PDIP, Masinton Pasaribu, menyatakan pihaknya berterima kasih dan menyampaikan apresiasi kepada rakyat yang masih memberi kepercayaan yang tinggi kepada partainya.

Masinton mengutip salah satu isi survei yang menjadi pertimbangan utama responden dalam memilih parpol. Yakni faktor kerja partai bermanfaat untuk masyarakat, di mana 38,6 persen responden menilai PDIP melaksanakannya. Adapun posisi kedua adalah Gerindra dengan 17,5 persen.

“Tentu bagi kami sebagai partai politik, ya pertama dia harus menyatu dengan dinamika rakyat. Juga sebagai partai politik dia harus mampu menciptakan kader-kader pemimpin baik di tingkat pusat, daerah, di legislatif maupun eksekutif. Bahwa partai politik sebagai kawah candradimuka kepemimpinan buat bangsa ini,” beber Masinton.

Menurut Masinton, hasil survei ini bukan untuk membuat PDIP merasa santai. Sebab pemilu 2024 masih lama dan segala kemungkinan masih bisa terjadi.

“Maka kami akan terus bekerja untuk rakyat. Kemudian kader-kader yang dipercaya di eksekutif, legislatif, pusat maupun daerah bekerja untuk pekerjaan rakyat dan menyatu dengan masyarakat,” tegas Masinton. *