Kematian Ibu Melahirkan Turun, Pemkab Nunukan Kasi Jempol Buat Bidan

Pembukaan Muscab III IBI Nunukan dan Hari Gizi Nasional ke 60 di Hotel Laura Nunukan, Jumat 28 Februari 2020. (FBI)

Pemerintah Kabupaten Nunukan secara konsisten terus menekan angka kematian ibu melahirkan dari tahun ke tahun. Peranan Bidan sangat besar. Pemkab Nunukan kasi jempol buat para Bidan.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan Bapak dr. Meinstar Tololiu, menyebutkan di tahun 2018/ 2019, angka kematian ibu menurun drastis.

Menurut Meinstar prestasi tersebut, tidak terlepas dari peran besar Bidan di Nunukan yang sudah menjalankan perannya dengan baik.

Pada 2017 ada sekitar 7 orang yang meninggal, tahun 2018 turun tinggal 1 kasus. Dan, tahun 2019 naik menjadi 8 orang. “Namun saya tetap beri jempol kepada Bidan karena di wilayah kerja Bidan tetap 1, sedangkan sisanya itu tanggungjawabnya dokter specsialist, karena meninggalnya di rumah sakit,” ungkap Meinstar.

Meinstar mengakui, di awal 2020 di wilayah Bidan terjadi 2 kasus. “Jadi saya berharap jangan lagi terjadi, karena angka kematian ibu bisa diturunkan lewat peran Bidan,” ujarnya dalam Musyawarah Cabang III di Hotel Laura, Nunukan, Jumat 28 Februari 2020.

Mewakili Ketua Pengurus Daerah IBI Kaltara Mursini, mengatakan bahwa Musyawarah Cabang hari ini adalah pesta demokrasinya bidan untuk memilih kepemimpinan lima tahun kedepan. Kita menginginkan bahwa semua Bidan itu, di luar profesinya sebagai tenaga kesehatan dapat mengerti berorganisasi, mulai dari pusat sampai ke tingkat ranting.

Baca:

Terkait angka stunting di daerah Nunukan, Mursini mengatakan, masih di bawah rata-rata nasional. Sehingga peran Bidan sangat besar. “Bukan hanya saat kelahiran, tapi mulai dari proses pembuahan harus sudah diperhatikan, bahkan mulai dari masa remaja, bagaimana remaja putri khususnya mempersiapkan diri untuk menjadi seorang ibu yang sehat dan gizi bayinya kelak harus baik,” jelas Mursini.

Mursini menambahkan, pengurus daerah IBI Kaltara menitipkan para Bidan, agar tetap mendapat dukungan dalam perkembangan keilmuwannya, terutama dalam peningkatan skil. “Karena untuk profesi Bidan, sekarang harus strata satu. Jadi kami mohon dukungan dari pemerintah daerah melalui peningkatan pendidikan dan berbagai pelatihan. Mengingat juga bahwa peran profesi Bidan dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi sebagai standar kesehatan suatu bangsa,” kata Mursini.

Dia juga berharap di hari gizi nasional yang ke-60, hidup sehat dengan gizi seimbang terus didorong. “Hidup sehat tidak harus mahal, manfaatkan pekarangan yang ada dengan menanam sayuran, apotek hidup, dan tidak kalah penting untuk menghindari makanan yang siap saji,” katanya.

Ketua Cabang IBI Kabupaten Nunukan 2013-2018 Daningtyas, mengatakan IBI Nunukan belum punya sekretariat sendiri. Selama ini, IBI berkantor sementara di Puskesmas. “Perabotan-perabotan cabang untuk menunjang kegiatan Bidan itu ada di rumah saya,” katanya.

Daningtyas mengakui, sekretariat penting untuk menjalankan organisasi untuk menunjang profesi Bidan. “Harapan saya untuk periode kepengurusan berikutnya, hal ini mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan,” kata Daningtyas.

Dia berharap siapapun yang terpilih menjadi Ketua Cabang IBI Nunukan, bisa lebih mendorong peningkatan peran organisasi dan profesionalisme Bidan. “Sehingga ada jaminan bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan berkualitas,” ujarnya.

Bupati Nunukan Hj Asmin Laura dalam sambutannya sekaligus membuka acara Musyawarah Cabang III, mengatakan, Pemkab Nunukan, terus mengupayakan pelayanan di berbagai bidang, khususnya pendidikan dan kesehatan.

“Komitmen pemerintah daerah dapat dilihat pada persentase alokasi anggaran yang memberikan prioritas kepada bidang pendidikan dan kesehatan,” ungkap Bupati Laura.

Menurut Bupati Laura, pelayanan terhadap kesehatan ibu dan anak adalah bagian dari tugas Bidan yang tidak ringan. “Tugas mulia ini harus dijalankan oleh Bidan secara profesional,” imbuh Laura.

Orang nomor satu di Kabupaten Nunukan ini, berharap Muscab III IBI Nunukan dapat lebih menyerap aspirasi dan kebutuhan dari Bidan yang mengabdi di Kabupaten Nunukan. ” Saya harap musyawarah ini dapat menjadi media untuk menyusun langkah dan strategi ke depan yang dapat menjadi acuan nantinya bagi pengurus yang terpilih dalam menjalankan roda organisasi,” tutur Laura.

Laura menutup sambutannya dengan yel-yel Bidan dan diikuti oleh seluruh tamu yang hadir. β€œSatu kata untuk Bidan Dashyat, Dua kata untuk Bidan Luar Biasa, Tiga kata untuk Bidan Pasti Bisa, Empat kata untuk bidan Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi.”

Usai sambutan Bupati Laura bersama paduan suara IBI Nunukan menyanyikam lagu 😎 Cinta Nunukan 😎. Lagu ini diciptakan Bupati Laura. (fbi/*)

Leave a Reply