Warga Apresiasi Layanan Paspor Simpatik

Warga memanfaatkan layanan Paspor Simpatik di Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan, Sabtu (29/2/20). (NEWSURBAN-FBI)

Warga Kabupaten Nunukan menyambut gembira layanan Paspor Simpatik di Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID – Dalam rangka mendukung kegiatan Direktorat Jenderal Imigrasi berupa penyelenggaraan Layanan Paspor Simpatik yang diselenggarakan sejak Januari 2020. Layanan ini hanya berlaku bagi permohonan paspor elektronik (E-paspor), baik itu permohonan baru maupun penggantian.

Lukie Reza Kusumah Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Kemigrasian Kelas II TPI Nunukan 😎 😎, mengatakan bahwa Layanan Paspor Simpatik ini dilakukan untuk melayani masyarakat Kabupaten Nunukan khususnya yang tidak sempat melakukan permohonan paspor di hari kerja, mungkin saja karena kesibukannya di kantor bagi yang profesi ASN, ataupun warga yang matapencahariannya sebagai Buruh, Nelayan, Petani rumput laut, dan lain sebagainya.

Baca:

Sehingga warga untuk seluruh warga di Kabupaten Nunukan, diharapkan dapat memanfaatkan kegiatan ini. “Jadi kami pihak Imigrasi coba memahami kebutuhan masyarakat khususnya di Kabupaten Nunukan,” Lukie Reza, Sabtu (29/2/20).

Layanan Paspor Simpatik dilakukan minimal 2 kali sebulan di hari sabtu mulai Pukul 08.00-12.00 Wita. Dan hari ini (Sabtu, 29, Februari) ada dua warga Nunukan yang mengajukan permohonan paspor baru.

“Walaupun sepi, layanan ini tetap kami buka dari pihak Imigrasi, Insyallah tahun 2020, buka setiap 2 kali sebulan di hari sabtu. Untuk informasi, terkait paspor hilang, kita layani di hari biasa jam kerja senin-jumat, untuk hari sabtu hanya melayani permohonan paspor baru dan penggantian paspor,” kata Lukie Reza.

Adapun persyaratan bagi warga yang ingin mengajukan permohonan paspor baru, harus membawa berkas e-KTP, Kartu Keluarga, Akta Lahir/ Buku Nikah/ Ijazah Sekolah.

Sedangkan warga yang hendak mengurus penggantian paspor, harus membawa berkas e-KTP dan paspor lama yang terbitan dalam negeri setelah tahun 2009. Kemudian untuk pengurusan paspor anak, pemohon membawa berkas e-KTP kedua orang tua, Kartu Keluarga, Akta Lahir Anak, Buku Nikah Orang Tua, khusus untuk orang tua yang sudah bercerai harus membawa akta cerai dan putusan pengadilan.

Lukie Reza berpesan kepada masyarakat Nunukan, agar dapat terus update dari sosial media imigrasi baik Instagram @imigrasi.nunukan, Facebook @Kantor Imigrasi Nunukan, dan Twitter @ImigrasiNunukan.

“Untuk pengumumannya biasanya H-2 sebelum hari H, karena kita juga menyesuaikan dengan pembaharuan sistem dari pusat, mengingat hari libur kadang dipakai untuk update sistem jadi kita harus menyesuaikan juga,” ujar Lukie.

Agustina dan Herman, warga yang menggunakan Layanan Paspor Simpatik hari ini, turut m6engapresiasi pihak Imigrasi yang sudah memberikan Layanan Paspor Simpatik, mengingat profesi kami sebagai ASN yang mana jadwal efektif kerja mulai senin-jumat. Harapan kami layanan ini tetap ada di wilayah Kabupaten Nunukan. (FBI/*)

Leave a Reply