RS Pratama Sebatik Beroperasi, Masyarakat Bersyukur

Rumah Sakit Pratama Sebatik yang diresmikan Bupati Nunukan Hj Asmin Laura pada HUT Nunukan mulai membuka pelayanan, Senin (2/3/20). (arung)

Komitmen Bupati Nunukan Hj Asmin Laura 😍😍😍  di bidang kesehatan terbukti. Rumah Sakit Pratama (RSP) Sebatik yang ia resmikan bertepatan ulang tahun Nunukan, mulai membuka pelayanan kesehatan, Senin 2 Februari. RSP tersebut disambut syukur warga Sebatik.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID –  Penantian masyarakat Pulau Sebatik akan hadirnya rumah sakit terjawab sudah. Rumah Sakit Pratama Sebatik, mulai membuka pelayanan kepada warga setempat, Senin (2/3/20).

Dengan hadirnya rumah sakit di Sebatik, masyarakat yang ingin berobat karena sakit tak lagi harus menempuh perjalanan yang jauh ke RSUD Nunukan.

RSP Sebatik dan Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan juga akan berupaya keras melakukan perbaikan, baik administratif maupun pemenuhan peralatan dan bahan medis sebagai pendukung pelayanan kesehatan.

Direktur Rumah Sakit Pratama Sebatik dr Munira via WhatsApp mengatakan, RSP Sebatik dibangun sejak 2017, dan 2019 baru selesai pembangunan fisiknya. “Izin operasional keluar tanggal 27 September 2019 dan diresmikan oleh Bupati secara simbolis pada ulang tahun Kabupaten Nunukan tanggal 12 Oktober 2019 di Nunukan. Pada hari ini, tanggal 2 Maret 2020 RSP Sebatik telah mulai beroperasi,” ungkap dr Munira via WhatsApp kepada newsurban.id.

Pembukaan layanan perdanaencakup:
1. Medik umum
2. Keperawatan (rawat inap kelas 3)
3. UGD 24 jam
4. Farmasi
5. Kebidanan
6. Laboratorium pratama
7. Gizi
8. Keluarga berencana (KB)
9. Administrasi umum
10. Medikolegal dasar
11. Pemulasaraan jenazah.

Munira menjelaskan, RSP Sebatik merupakan Rumah Sakit Pemerintah Daerah dengan kategori Rumah Sakit Kelas D Pratama dan merupakan rumah sakit rujukan dari 5 puskesmas sekecamatan Pulau Sebatik.

Baca:

Saat ini RSP Sebatik yang berlokasi di Desa Tanjung Karang kec.Sebatik memiliki fasilitas antara lain Ruang rawat inap kelas 3 dengan 30 tempat tidur, ruang operasi, laboratorium pratama, radiologi (masih menunggu izin operasional untuk bisa beroperasi), ambulance 24 jam, mobil jenazah, peti mayat, dan peralatan medis untuk menunjang pelayanan medis di RSP.

“Sedangkan Sumber Daya Manusia (Tenaga Medis Non Medis) RSP Sebatik terdiri dari tenaga medis 4 dokter umum, perawat, bidan, analis, apoteker, ahli gizi dan elektromedis. Tenaga nonmedis terdiri dari tenaga administrasi umum,petugas loket, pramu kebersihan, laundry, pramu masak, petugas keamanan, dan petugas sterilisasi,” jelasnya.

Menyambut RSP Sebatik, Bahar warga Desa Tanjung Karang mengaku senang. ” Iye ini terobosan yang bagus, ndak lagi kita capek-capek jauh ke luar Pulau Sebatik untuk berobat, Alhamdulillah sudah bisa kita dilayani di Sebatik,” kata Bahar.

Sementara itu, Hamsing Anggota DPRD Nunukan Dapil Sebatik menyampaikan terimakasih kepada Pemkab Nunukan.  “Kami berterimakasih banyak kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan yang cepat tanggap menuntaskan proses sehingga ini bisa berjalan lancar sampai beroperasinya Rumah Sakit Pratama Sebatik,” katanya dibalik ponsel.

Hadirnya RSP Sebatik lanjut dia, bisa memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Pulau Sebatik. “Tentu ini mempermudah masyarakat tidak lagi kita harus jauh-jauh ke Tawau Malaysia dan Ke Nunukan,  kami juga ke depannya menginginkan RS Pratama Sebatik menjadi percontohan dengan adanya tambahan fasilitas-fasilitas peralatan dan dokter spesialis,” ujar Hamsing. (arung/*)