Diskominfo Lutim Gelar Rapat Persiapan Evaluasi Smart City

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Luwu Timur mengadakan rapat persiapan menjelang evaluasi Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI), di gedung Media Center Kantor Diskominfo, Kamis (05/03/20). (kominfo)

“Pertama, agar Pemerintah daerah Kabupaten Luwu Timur dapat menciptakan inovasi-inovasi baru pada program smart city. Kedua, perlu dimaksimalkan keterlibatan steakholder antara dewan smart city dan Komunitas Pendukung Program smart city.” Sekretaris Dinas Dukcapil Lutim Agus Thobrani.

MALILI,NEWSURBAN.ID – Menjelang evaluasi dari Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Luwu Timur mengadakan rapat persiapan di gedung Media Center Kantor Diskominfo, Kamis (05/03/20).

Rapat tersebut dihadiri oleh Kelompok Kerja Smart City (Pokja) Kabupten Luwu Timur (Lutim), Asisten Administrasi Umum, Askar, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Luwu Timur, Masdin.

Pada kesempatan ini, Sekretaris Dinas Dukcapil Lutim, Agus Thobrani yang juga mantan Kepala Bidang Aplikasi dan Informastika Diskominfo menyampaikan bahwa, terdapat dua rekomendasi dari Tim Asesor pada evaluasi kedua program gerakan menuju 100 smart city Tahun 2019 yang harus dilakukan.

“Pertama, agar Pemerintah daerah Kabupaten Luwu Timur dapat menciptakan inovasi-inovasi baru pada program smart city. Kedua, perlu dimaksimalkan keterlibatan steakholder antara dewan smart city dan Komunitas Pendukung Program smart city,” ungkap Agus.

Baca:

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum, Askar mengatakan, pada implementasi smart city di Kabupaten Luwu Timur, diperlukan koordinasi dan kolaborasi yang baik dari berbagai pihak yang terlibat dalam smart city.

”Smart city ini program Pemerintah daerah, bukan program Diskominfo semata sehingga di dalam smart city termasuk Pokja. Jadi mereka adalah bagian dari orang-orang yang merancang smart city, cuman memang kerjanya sendiri-sendiri, belum betul-betul dalam koordinasi yang bagus,” jelas Askar.

Pasalnya, lanjut Askar, sistem informasi yang dirancang tersebut, nantinya harus terintegrasi dalam satu sistem, sehingga harus ada kerjasama. “Karena semua nanti sistem informasi itu harus terintegrasi dalam satu sistem,” imbuhnya. (ikp/kominfo/*)

Leave a Reply