BRI Nunukan Mudahkan UMKM Mengakses KUR

Hariyanto Staf Bagian KUR BRI Nunukan (kanan). (arung)

Modal masih menjadi salah satu kendala usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Nunukan. Menjawab kendala itu, BRI Nunukan siap memberi pinjaman melalui skema KUR.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID – Staf Bagian Kredit Usaha Rakyat BRI Nunukan šŸ˜ Hariyanto mengatakan, zaman globalisasi industri ini, banyak masyarakat yang memilih untuk menekuni profesi dari pegawai menjadi seorang pengusaha.

Bahkan, kata dia, tidak hanya pegawai, masyarakat menengah ke bawah juga demikian. Selain tak memiliki ikatan tertentu dengan pihak lain, usaha juga mampu menghasilkan keuntungan yang mampu membuat perekonomian stabil dan berkembang.

“Modal memang jadi persoalan klasik pengusaha kecil dan menengah. Studi OJK (2018) menunjukkan bahwa gap pembiayaan paling besar terjadi di UMKM,” kata Hariyanto.

Menurut Hariyanto, untuk mengatasi masalah modal dan gap pembiayaan ini, Pemerintah Indonesia meluncurkan programĀ Kredit Usaha Rakyat (KUR)Ā sejak 2017, 2018 dan sampai sekarang di tahun 2020.

Baca: Tingkatkan Layanan, Bank Kaltimtara Tantang Sarjana Jomblo Jadi Bankir Profesional

“Tujuan KUR adalah memberikan akses kredit, inklusi keuangan, kepada pengusaha kecil dan menengah yang selama ini tidak bisa mengambil kredit ke bank,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dalam rangka pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK), penciptaan lapangan kerja, dan penanggulangan kemiskinan, Pemerintah menerbitkan Paket Kebijakan yang bertujuan meningkatkan Sektor Riil dan memberdayakan UMKMK.

“Upaya peningkatan akses pada sumber pembiayaan antara lain dilakukan dengan memberikan penjaminan kredit bagi UMKMK melalui KUR,” katanya.

Dia pun menjelaskan, pada tanggal 5 November 2007, Presiden meluncurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), dengan fasilitas penjaminan kredit dari Pemerintah. “Kredit Usaha Rakyat (KUR)Ā adalah kredit/pembiayaan modal kerja dan/atau investasi kepada debitur individu/perseorangan, badan usaha dan/atau kelompok usaha yang produktif dan layak namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan belum cukup,” jelas Hariyanto.

Baca: Pasar Tani HKTI, Terobosan Bupati Laura Untuk Bantu Petani dan Konsumen

“Penyaluran KUR dapat dilakukan langsung, maksudnya UMKM dan Koperasi dapat langsung mengakses KUR di Kantor Cabang atau Kantor Cabang Pembantu Bank Pelaksana,” lanjutnya.

Hariyanto memaparkan, untuk lebih mendekatkan pelayanan kepada usaha mikro, maka penyaluran KUR dapat juga dilakukan secara tidak langsung. Maksudnya, kata dia, usaha mikro dapat mengakses KUR melalui Lembaga Keuangan Mikro dan KSP/USP Koperasi, atau melalui kegiatan linkage program lainnya yang bekerjasama dengan Bank Pelaksana.

“KUR BRI bagi kami tetap merupakan produk pinjaman unggulan karena menawarkan bunga yang sangat rendah. Adanya subsidi pemerintah di dalam bunga KUR membuat produk ini menjadi sangat kompetitif dalam hal bunga, yang pasti sangat sulit disaingi oleh pinjaman online atau Koperasi mandiri yang terkenal dengan bunga tinggi,” katanya.

Baca: Bupati Laura Hafid Dorong Peran Emak-emak dalam Pembangunan

Penyaluran KUR dilakukan oleh sejumlah bank, salah satunya yang paling besar adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI). “Kami sebenarnya (BRI) lebih condong memberikan layanan usaha mikro kecil dan menengah. Salah satunya adalah memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR),” beber Hariyanto.

Untuk diketahui bersama bahwa Bank Rakyat Indonesia adalah bank dengan porsi penyaluran KUR terbesar di Indonesia.

Sejak tahun 2016, BRI menyalurkan sekitar 65% dari total target penyaluran nasional. Sepanjang tahun 2017, BRI telah menyalurkan Rp61,69 triliun KUR Mikro baru dan Rp7,77 triliun KUR Ritel baru atau secara total Rp69,47 triliun.

Pencapaian tersebut sebesar 97,85% dari target sebesar Rp 71 triliun dengan penyaluran kepada total 3,7 juta nasabah selama tahun 2017 baik untuk KUR Mikro baru maupun KUR Ritel baru, 40,4% dari penyaluran tersebut ditujukan kepada sektor produktif.

Wilayah Nunukan kata dia, memang lebih banyak untuk pemakai KUR adalah masyarakat dari kalangan atas sampai menengah ke bawah. “Biasanya untuk Modal usaha Sembako, Konveksi, Sawit, rumput laut, Produk Ciri khas Lokal baik makanan dan minuman, pertanian, perkebunan, perindustrian, yang tentunya merupakan usaha produktif,” urai Hariyanto.

“Kredit Investasi atau Kredit Modal Kerja diberikan bank BRI dengan batas atas kredit mencapai Rp 500 juta. Pilihan kredit ini lebih ditujukan kepada usaha mikro, koperasi, dan usaha kecil yang memiliki bisnis produktif,” ungkapnya.

Cara Pengajuan KUR:

Untuk memanfaatkan fasilitas KUR, ini saran Hariyanto: Langkah pertama untuk mengajukan pinjaman atau kredit KUR yaitu calon debitur mendatangi salah satu kantor bank BRI terdekat

Calon debitur dimohon untuk mengisi form aplikasi dan berkas yang kredit yang diperlukan. Dokumen yang diminta adalah: KTP, Kartu Keluarga, Surat Keterangan Usaha dan jaminan (misalnya BPKB jika jaminan kendaraan)

Calon debitur diharapkan menyerahkan jaminan sesuai dengan kebijakan bank seperti BPKB, Sertifikat rumah, sertifikat tanah, BPKB Mobil, dan lain sebagainya

Pihak bank BRI akan memproses aplikasi dan melakukan uji kelayakan usaha calon debitur dengan cara survey ke lapangan. Apabila sesuai dan usaha yang dijalankan memenuhi uji kelayakan, maka bank BRI akan melakukan persetujuan pemberian kredit pinjaman

Calon debitur melakukan penandatangan kontrak perjanjian kredit pinjaman dengan bank BRI.

Baca: Perajin Maumere Ajak Emak-Emak Nunukan Kembangkan Usaha Tenun Ikat

Pihak bank BRI akan mencairkan dana kredit pinjaman yang biasanya langsung dikirimkan ke rekening peminjam

Setelah menerima dana pinjaman, debitur harus melakukan angsuran setiap bulan dengan jumlah pokok angsuran beserta bunga yang telah disepakati di awal perjanjian.

Sedangkan Berapa lama proses pengajuan KUR di BRI ? Secara umum proses pencairan membutuhkan waktu 7 hari sampai 14 hari kerja sejak survei dilakukan oleh pihak BRI.

Kami juga bekerja sama dengan OPD Nunukan dalam hal ini Dinas Koperasi Perindustrian dan UMKM Nunukan, untuk pengenalan KUR sampai pada teknisnya.

BRI hadir sampai kepolosok Desa, untuk persoalan dana KUR kami maksimalkan secara menyulur agar mampu tersentuh oleh seluruh kalangan masyarakat.

Jadi sangat sederhana pengajuan KUR itu jika ingin kami setujui calon peminjam harap memperhatikan, yaitu yang pertama, tujuan kredit memang benar untuk usaha, kedua punya usaha dan ketiga tidak sedang mengambil kredit usaha ditempat lain, keempat punya ijin usaha, kelima punya aktifitas.

Kami juga Mendapatkan KUR Mikro s.d plafond 50 Juta di Kantor BRI Unit ada 3 yaitu Sungai Nyamuk, Sebuku Nunukan; serta di Teras BRI yaitu Aji Kuning, Mantikas & Pasar Jamaker.
Terus KUR KECIL plafond s.d 500 Jt bisa diproses di Kantor Cabang BRI Nunukan Pasar Sasaran KUR adalah nasabah yang belum BANKABLE, NAMUN FEASIBLE. (arung/*)

Leave a Reply