Ombudsman Minta 32 Warga Palu Terus Dipantau dan Perketat Pemeriksaan Pintu Masuk

Ketua Ombudsman RI Perwakilan Sulteng Sofyan Farid Lembah

Merespons berita 32 warga Palu dipantau, Ombudsman RI Perwakilan Sulteng meminta agar pemantauan terus dilakukan untuk mencegah virus corona meawabah di Kota Palu dan Sulteng. Ombudsman Sulteng juga berencana membuka layanan informasi dan call centre di Jalan Chairil Anwar No 17 Kota Palu.

PALU, NEWSURBAN.ID – Ketua Ombudsman RI Perwakilan Sulteng Sofyan Farid Lembah merespons atas pemberitaan newsurban.id terkait 32 warga Palu yang masuk dalam kategori pemantauan usai mengadakan perjalanan ke sejumlah negara yang terpapar virus corona diantaranya dari negara sakura Jepang.

Sejak munculnya berita tersebut, Sofyan langsung menghubungi Gubernur Sulteng H Longky Djanggola. Gubernur membenarkan soal laporan 32 warga Palu yang masuk dalam pemantauan selama 14 hari.

Menurut Sofyan pemantauan terhadap 32 warga palu tersebut harus terus-menerus untuk mengetahui sejauh mana kondisi kesehatannya. “Tentunya setiap detail informasi pihak terkait dalam hal ini dari Dinas Kesehatan Kota Palu dan jajarannya agar lebih terbuka menyampaikan informasi yang sebenar-benarnya,” kata Sofyan.

Menurut Sofyan, harusnya pihak terkait Dinas Kesehatan Kota Palu, Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng, pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Pengawasan di Bandara dan semua pihak terkait di dalamnya harus melakukan koordinasi lintas sektoral.

Menyikapi hal itu, Ombudsman RI Perwakilan Sulteng berencana membuka layanan informasi dan call centre yang beralamat di Jalan Chairil Anwar no 17.

Baca:

“Nantinya dipusat informasi dan layanan pengaduan masyarakat atau siapapun yang ingin melaporkan dugaan kasus virus corona yang menyebabkan wabah pneumonia,” kata Sofyan.

Bahkan secara gamlang, Sofyan menyebutkan ada sejumlah langkah substantif perlu cepat dalam kebijakan khusus tersebut antara lain, berikan informasi jujur kepada masyarakat mengenai perkembangan faktual serangan virus dan penanganannya di Sulawesi Tengah.

Kemudian kata dia, desk khusus Penanganan bencana di BPBD dimana Koordinasi lintas sektor utamanya Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten menjadi leading sector menghadapi bencana non alam ini.

“Perketat pengawasan pintu masuk bukan hanya di bandar udara , tapi seluruh pelabuhan dan terminal kendaraan roda empat dengan menempatkan pos pos pelayanan kesehatan serta pelayanan edukasi penanganan serangan virus Corona, ” sebutnya.

Selanjutnya, kata dia, terus mensiagakan Rumah Sakit Rujukan khusus menangani soal Corona ini, baik di Provinsi maupun Kabupaten Kota dengan mengembangkan sistem siaga informasi rujukan dimulai dari Puskesmas hingga ke RS rujukan tersebut. “Termasuk dukungan alokasi dana yang kuat,” katanya.

Dia mengatakan, perlu pelibatan seluruh stakeholders dalam sebuah gerakan efektif lewat Komunikasi, informasi dan edukasi (KIE), penangan Virus Corona. “Pelibatan tokoh agama menjadi penting untuk membangun ketahanan psikologi dan perilaku masyarakat, ” ujarnya. (yusuf/*)