Cegah Penyebaran Covid-19, Walikota Hidayat Wajibkan Warganya Isolasi Diri

Walikota Palu Drs Hidayat M.Si.

Mencegah penyebaran Covid-19 salah satunya menghindari kerumunan dan membatasi pergerakan yang tidak penting. Karena itu, Walikota Palu Hidayat mewajibkan warganya mengisolasi diri.

PALU, NEWSURBAN.ID – Walikota Palu Hidayat dengan tegas mengimbau kepada warganya untuk mengisolasi diri. Langkah ini dinilai salah satu cara menahan penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kota Palu.

Penegasan tersebut menyikapi 32 warga palu yang baru pulang dari negara terpapar virus corona dan banyaknya warga Palu yang melakukan perjalanan dari sejumlah daerah terpapar virus corona.

“Self quarantine atau isolasi diri perlu dipahami. Karena, beberapa aturan telah menyatakan bahwa siapapun yang baru saja tiba dari negara terdampak Virus Corona COVID-19 dan sejumlah provinsi di Indonesia yang telah terpapar Covid 19 harus melakukan isolasi diri,” jelas Hidayat.

Baca:

Walikota Hidayat juga meminta dengan tegas agar semua warga yang dimaksudkan segera memeriksakan diri ke rumah sakit dan puskesmas yang tersebar di wilayah Kota Palu dan pengambilan sampel darah. “Saat ini lebih 50 ribu anak usia sekolah di wilayah Kota Palu telah diisolasi di rumah untuk mencegah penularan Covid-19,” kata Hidayat.

Hidayat pun mengatakan, penyebaran Covid-19 tidak bisa diprediksi. “Jadi jangan ada anggapan bahwa 32 warga yang dipantau dianggap sudah aman. Kita harus waspada dan melakukan pencegahan. Kalau tidak, bisa saja meningkat menjadi orang dalam pengawasan. Maka harus menjalani isolasi di rumah sakit selama 14 hari dan terutama pengambilan sampel darah untuk diperiksa di lab apakah terpapar Covid-19 atau tidak,” tutur Hidayat.

Senada disampaikan Kepala Bappeda Arfan. “Bagi warga Palu yang merasa baru tiba dari negara-negara tersebut dan daerah terpapar Covid-19 wajib memeriksakan diri di rumah sakit dan mengisolasi diri,” kata Arfan.

Menurut Arfan, karena virus ini gampang menyebar secara masif, maka langkah-langkah yang sebaiknya diterapkan adalah tinggal di ruangan yang berventilasi baik dengan jendela yang dapat dibuka dan dijauhkan dari orang lain di rumah. “Mintalah bantuan jika Anda membutuhkan bahan makanan, belanja atau obat lain,” katanya.

Saat ini lanjut Arfan Pemerintah Kota Palu telah menyiapkan anggaran pengadaan peralatan keamanan atau perlindungan sebagai langkah dini untuk menangani pasien jika ada yang positif terinveksi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu dr Husaemah menjelaskan beberapa aturan telah menyatakan bahwa semua orang dengan gejala seperti flu, didefinisikan sebagai demam di atas 37,8 derajat Celcius atau batuk terus-menerus,  harus segera diisolasi di rumah sakit. “Itu upaya yang dilakukan semua pihak yang masuk dalam Satgas Percepatan Penangganan Virus Corona di Kota Palu,” ujar Husaemah.

“Siapa pun yang telah melakukan perjalanan ke daerah yang terdampak Virus Corona, atau yang telah melakukan kontak dekat dengan orang yang terinfeksi, diminta untuk melakukan isolasi diri ke rumah sakit dan atau petugas yang langsung melakukan isolasi langsung,” kata Husaemah.

Sementara Asisten III Pemkot Palu Imran Lataha, mengatakan, semua tempat pelayanan umum seperti hotel dan penginapan, bank, dan tempat pelayanan lainnya wajib menyiapkan alat pendeteksi suhu,  hand sanitizer dan masker di pintu utama.

Rapat koordinasi terus dilakukan pejabat Pemkot Palu untuk mencegah Covid-19 masuk di Kota Mutiara Katulistiwa ini.

“Seluruh tempat pelayanan umum baik hotel bank yang ada di Kota Palu diingatkan agar antisipasi dengan cara mempersiapkan alat pengukur suhu badan dengan menggunakan thermometer infrared,” kata Imran Lataha.

Selain itu. Juga akan dilakukan pemeriksaan pada semua tempat kedatangan dan bepergian warga Palu baik dari luar daerah maupun pintu terminal darat, pelabuhan, dan bandara oleh satgas penanganan Virus Corona Kota Palu.

“Tim juga memantau pergerakan harga barang dan stok di pasaran agar aman,” tambah Imran Lataha.

Senada, Kadisdik Kota Palu menyebutkan bahwa selama masa isolasi sementara siswa belajar di rumah selama 14 hari maka tenaga pendidik dan kependidikan tetap masuk kerja seperti biasa dan sekolah juga bakal segera disemprot disinfektan di semua sekolah agar nantinya setelah melewati 14 hari diharapkan sekolah bisa steril sambil menunggu perkembangan terbaru lagi. (yusuf/*)

Leave a Reply