Pasokan Air Baku Minim, PDAM Nunukan Terapkan Zonasi dan Imbau Warga Hemat

Cadangan air di salah satu penampungan sistem embung PDAM Nunukan menurun hingga 80 persen. (ama)

Debit air yang berkurang 70-80 persen membuat suplay air PDAM Nunukan kepada masyarakat menjadi terbatas. Mengatasi minimnya suplay air, PDAM mencoba melakukan berbagai strategi. Seperti mengimbau warga untuk berhemat menggunakan air.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID РKepla Bidang Teknik PDAM Nunukan Sulianto  menjelaskan, keluhan warga soal seringnya air tidak mengalir ke instalasi rumah tangga akibat debit air yang masuk ke penyulingan PDAM menurun hingga 80 persen.

Kepla Bidang Teknik PDAM Nunukan Sulianto. (ama)

“Menjawab keluhan publik mengenai di media sosial menenai seringnya air tidak mengalir ke instalasi rumah tangga disebabkan tidak adanya turun hujan,” jelas Sulianto.

Silianto menjelaskan, di bulan Maret ini, itensitas hujan sangat rendah. Kondisi tersebut menyebabkan air di penampungan beberapa instalasi pengolahan menurun drastis. Itu terjadi sampai di Sebatik.

Baca:

“Bahkan sampai saat ini diperkirakan berkurang sekitar 70-80 persen. Artinya, kami hanya mampu mengalirkan 30-20 persen dari kondisi normal sehingga suplay air kami atur,” jelas Silanto.

Meski demikian, kata dia, sebagai pelayanan publik pihaknya tetap berusaha memberikan pelayanan yang terbaik. “Walaupun pelayanan kami tidak semaksimal mungkin seperti keadaan normal, kami tetap berupaya mengatur agar masyarakat tetap bisa menikmati air,” jelasnya.

Menurut dia, pengaturan suplay dilakukan sebagai strategi menghadapi air baku yang masuk ke instalasi PDAM Nunukan menurun. Bahkan, penyaluran dilakukan hingga benar-benar hanya cadangan yang tersesisa di penampungan.

“Akibat hujan belum turun, pasokan air di beberapa instalasi pengolahan kami terganggu. Otomatis suplay juga menjadi terganggu dan harus diatur,” tuturnya.

Dia menyebutkan ada 5 yunit penampungan PDAM, yaitu di Binusan, Sungai Bilal, Pasir Putih, Persemayan, dan Mamolo. “Tampungan air baku kita lakukan dengan cara embung seperti yang ada Dikampung Tator dan Binusan,” ujarnya.

Dia mengatakan, meski sangat terbatas PDAM harus memastikan pendistribusian air bisa tetap jalan. “Distribusi kami bagi dalam beberapa zona. Kalau tidak diatur atau dibiarkan terus mengalir 24 jam, maka dipastikan 48 jam atau dua hari cadangan air akan habis,” jelas Sulianto.

Menurutnya, kondisi ini juga pernah terjadi pada 2016. Di mana hampir semua instalasi PDAM Nunukan terganggu akibat kemarau. “Terutama Embung Bolong yang ada di kampung Tator. Kita bisa lihat sendiri kondisinya. Ini juga sudah pernah terjadi pada 2016, cadangan turun drastis seperti sakarang ini,” kata Sulianto.

Menyiasati minimnya debit air yang masuk ke penampungan PDAM, pihaknya mengambil opsi membagi distribusi per zona agar semua kebutuhan dapat terpenuhi.

“Saya harap masyarakat Nunukan kususnya pelangan PDAM bersabar dan juga mohon bantuan doanya dengan kondisi yang sekarang distribusi air tetap bisa kita lakukan semaksimal mungkin,” pungkasnya. (ama/*)

2 thoughts on “Pasokan Air Baku Minim, PDAM Nunukan Terapkan Zonasi dan Imbau Warga Hemat

  1. Pingback: Bupati Laura Perintahkan PDAM Bagi Bersih Air Keliling | Newsurban

  2. Pingback: Suplay Air Bersih Pulau Nunukan dan Sebatik Kembali Lancar | Newsurban

Leave a Reply