Gugus Satgas Nunukan Imbau Semua Kades Aktif Edukasi Warganya Terkait Covid-19

Pekerja Migran Indonesia asal Kinabalu yang dideportasi pemerintah Malaysia tiba di Pelabuhan Tunon Taka, Kamis (12/3/20). (ama)

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nunukan Serfianus mengimbau seluruh Kepala Desa di Kabupaten Nunukan melakukan sosialisasi edukasi pencegahan virus corona kepada warganya.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID – Imbauan disampaikan Ketua Satgas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kabupaten Nunukan Serfianus dalam rapat koordinasi (rakor) pengelolaan dan percepatan penyaluran dana desa tahun anggaran 2020 di Lantai 4 Kantor Bupati Nunukan, Rabu (18/3/20).

Serfianus mengatakan, Kades harus ikut berperan aktif melakukan edukasi pencegahan Virus Covid-19 yang sekarang menyebar di sejumlah daerah. “Saya minta kepala desa se-kebupaten Nunukan yang hadir dalam kegiatan Rakor hari ini bisa menyampaikan atau mensosialisasikan terkait masalah Penaganan dan Pencegahan Virus ini,” kata Serfianus.

Sebagai Ketua Gugus Tugas Penanganan Corona di Kabupaten Nunukan, Serfianus menyampaikan, sesuai arahan Bupati Nunukan diminta masyarakat jangan panik menghadapi situasi ini.

“Ibu Bupati juga meminta masyarakat agar menjaga kebersihan di lingkungan harus selalu mencuci tangan, kalaupun ketika ada gejala-gejala sepeti flu, batuk, demam agar berhubugan langsung dengan petugas kita yang ada di kecamatan, di desa baik dari petugas dari kedokteran maupun aparatur dari pemerintah yang ada stand by di lapangan,” kata Serfianus.

Pihaknya juga sudah menyiapkan layanan Call Center di Dinkes melalui nomor 082250702054 dan 082149699236.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara (Kaltara), Usman mengungkapkan, data terakhir yang diterimanya pada Rabu (18/3), terdapat 895 warga di Kaltara yang ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) terkait virus corona atau Covid-19.

Disebutkannya, dari jumlah tersebut, yang paling banyak di Kabupaten Nunukan, dengan jumlah 883 orang. Kemudian disusul Kota Tarakan sebanyak 10 orang, dan berikutnya Kabupaten Malinau dan Tana Tidung yang masing-masing satu orang. Sementara untuk Kabupaten Bulungan nihil.

“Untuk di Nunukan ini paling banyak dari TKI (tenaga kerja Indonesia) yang dideportasi. Mereka ini penjaringannya waktu di pintu masuk dan di rusun tempat penampungan deportan,” ujarnya dikutip Radar Tarakan, di Tanjung Selor, Kalimantan Utara. (arung/*)